KARTINI – Rencana penunjukan eks Rumah Sakit Bersalin Citra Ibu sebagai tempat isolasi pasien positif Covid-19 menuai kritikan dari warga seputar RS karena ketakutan terpapar virus mematikan tersebut.

“Kami warga di sini tentunya, meminta eks RS Citra Ibu jangan dipakai untuk PDP, namun bila ODP saja diperbolehkan, selain itu kami meminta agar pemerintah menjamin virus teesebut tidak menular terhadap warga sekitar, selain itu kami meminta agar diprioritaskan penyemprotan secara berkala,” pinta Mubarok, warga lingkungan Cilame RT 19 RW 08, Cirendang.

Demikian keluhan yang dilontarkan warga dalam audiensi bersama warga sekitar rumah sakit, diantaranya, warga Perumahan Ciharendong, Kelurahan Cirendang. Hadir juga dari pihak Kecamatan Kuningan, Babinsa, Babinkamtibmas, Plt Direktur RSU ’45, dr. Deki Saefullah dan Bupati H. Acep Purnama, pada Kamis (26/3/2020), di Mushola AlHidayah.

Warga juga meminta agar orang nomor satu di Kuningan tersebut bisa menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat sekitar rumah sakit.

Bupati H. Acep Purnama akhirnya menjawab semua keresahan warga. Ia menegaskan, keberadaan RS Citra Ibu adalah untuk membantu mempercepat penanganan virus Corona di Kabupaten Kuningan.

“Kenapa memilih ek RS Citra Ibu, hal tersebut akan lebih mudah dibandingkan dengan gedung lainnya, karena tadinya sudah berbentuk Rumah Sakit, selain itu pemkab menjamin Eks Rumah Sakit Citra Ibu sudah memenuhi standar kesehatan, dan ada IPALnya yaitu Instalasi Pengolahan Limbahnya sudah sempurna,” ujarnya

Bupati Acep Menjamin Keselamatan Warganya

Selain itu pemilihan eks RS Citra Ibu, pihaknya menyanggah bukan karena adanya kepentingan uang atau pribadi tapi itu murni untuk kepentingan warga dan diambil dalam keadaan darurat. “Saya meminta maaf karena baru bisa saat ini dikarenakan saya harus fokus percepatan untuk segera menangan virus Corona, dan saya harap masyarakat tidak terbawa oleh issue yang ada seperti ada yang bilang itu karena saya nya pengusaha dll, itu murni untuk warga dan dalam keadaan darurat,”harapnya.

Plt Direktur RSUD 45 Kuningan dr. Deki Saefullah menegaskan pula, yang justru akan lebih berbahaya adalah ODP yang melapor dan tidak datang kembali. “Kami lebih mengkhawatirkan adanya ODP yang sudah melapor tapi tidak kembali lagi, kemudian ODP tersebut menjadi PDP tapi masih berkeliaran dan bisa menularkan, maka dari itu perlunya penanganan PDP dikelola sampai dengan selesai hingga 14 hari setelah diobservasi hingga aman,”papar Deki.


Selanjutnya mengenai penyemprotan nanti kita akan berkoordinasi dengan Dinkes, akan adakan penyemprotan dan itu akan diprioritaskan diagendakan secara berkala. Ia juga menceritakan dua minggu yang lalu saat menerima pasien ODP Covid-19, karena bingung penangannannya maka pihaknya merujuk pasien ke RS yang ada di Cirebon, namun karena ruangan sudah penuh maka akhirnya dirujuk Indramayu tapi tetap penuh.

“Makanya salah satu solusi ada membuka RS , penampungan agar pasien bisa segera ditangani dan percepatan untuk virus corona segera diselesaikan,”ujarnya

Diakhir audiensi, pemerintah kabupaten menjamin keselamatan juga kenyamanan warga, dan ditegaskan Bupati, pihaknya kembali menjamin tidak akan ada warga yang terpapar Corona. (rhm)

Facebook Comments

Check Also

Dinilai Peduli Terhadap Pekerja Perempuan, Dinkes Dianugerahi Penghargaan

KARTINI – Perempuan bekerja saat ini trennya semakin naik dan lembaga/perusahaan pun…