KARTINI– Bupati Kuningan H. Acep Purnama SH., meminta bahan matrial pembangunan sekolah tidak lagi menggunakan baja ringan, tapi dikembalikan ke kayu karena mengingat kekuatan kayu lebih tahan lama dibandingkan baja ringan.

Demikian disampaikan Bupati Acep dalam acara Musrenbang tingkat kabupaten, saat memaparkan salah satu dari 9 isu strategis dan skala prioritas pembangunan tahun 2021. Pendidikan menjadi salah satu isu yang harus terus ditingkatkan, baik dari sarana, prasana maupun SDMnya.

“Dalam pembangunan gedung sekolah jangan lagi menggunakan baja ringan untuk atapnya, karena banyak sekolah yang ambruk. Gunakan dan balik lagi pakai kayu jenis kayu rawa, plafonnya kemudian gentingnya, pakai genteng seperti dulu. Karena kayu itu kekuatannya lebih lama, dan ini harus menjadi sebuah kebijakan yang dituangkan dalam keputusan,” ujar Bupati Acep, di hadapan Wakil Bupati M. Ridho Suganda, Sekda DR.H.Dian Rahmat Yanuar, dan para kepala SKPD di lingkup Pemkab Kuningan, Selasa (17/3), di ruang rapat Purbawisesa Setda.

Pada isu strategis serta RPJMD Kabupaten Kuningan Tahun 2018-2023 ditambah rancangan tema pembangunan nasional dan Provinsi Jawa Barat tahun 2021, yaitu menggunakan pendekatan holistik, tematik, integratif, dan spasial. Maka tema pembangunan tahun 2020 yang diusung Pemkab Kuningan yaitu “Peningkatan Kesejahteraan dan Pelayanan Publik”, dengan fokus pembangunan 2021 diarahkan pada penanggulangan kemiskinan, penurunan angka pengangguran dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Sedangkan ke-9 isu strategis pada tahun 2021, diantaranya, pembangunan jaring pengaman sosial (pangan, kesehatan, pendidikan) dalam upaya mengurangi angka kemiskinan. Peningkatan sarana prasarana pendidikan. Revitalisasi posyandu, penyediaan sarana prasarana kesehatan dan penanganan gizi buruk. Peningkatan produktivitas pertanian. Pengembangan desa wisata dan wisata desa.

Lalu, pelatihan wirausaha dan usaha mikro kecil dan menengah dalam upaya menurunkan angka pengangguran. Peningkatan ekonomi sektor perdagangan dan industri berbasis produk unggulan. Pembangunan/peningkatan/rehabilitasi jalan, jembatan dan jaringan irigasi. Kesembilan, integrasi sistem aplikasi online untuk peningkatan layanan publik.

Sementara itu, dalam laporannya, Plt. Kepala Bappeda Ir. Usep Sumirat menyampaikan, bahwa tantangan perencanaan tahun ini cukup berat. Sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Menteri Dalam Negeri 130/736/SJ tentang Percepatan Implementasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah. Pemerintah Daerah diharuskan untuk mengimplementasikan PERMENDAGRI 90/2019, PP 12/2019 dan penggunaan aplikasi SIPD pada laman sipd.kemendagri.go.id pada proses perencanaan 2020.

“Sejauh ini Kabupaten Kuningan telah melaksanakan instruksi tersebut dan terus melakukan koordinasi dengan Kemendagri dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Musrenbang tahun ini, diselenggarkan dalam suasana prihatin mengingat dunia, termasuk Indonesia sedang dilanda wabah corona. Namun demikian, proses perencanaan tidak bisa ditunda sebagaimana amanat Permendagri 86 Tahun 2017. Semangat untuk mewujudkan Kuningan MAJU sepertinya tak surut digaungkan oleh Bupati Kuningan,” papar Usep. (kh)

Facebook Comments

Check Also

Kampung Dongeng Gelar Festival Hari Dongeng Nasional

KARTINI – Kebijakan untuk melonggarkan kegiatan di masyarakat, termasuk di lembaga p…