KARTINI – Ledakan penduduk Jawa Barat yang diprediksi di tahun 2020 mencapai 50 juta jiwa, dan akan terus bertambah signifikan setiap tahunnya, sehingga perlu diantisipasi sedini mungin. Kaum milenial dengan gaya bahasa mereka menjadi salah satu strategi untuk menekan ledakan tersebut.

“Jawa Barat ini diprediksi tahun ini mencapai 50 juta penduduk, mereka rata-rata kelahirannya juga tinggi, sehingga saya kira ini tugas untuk kita semua, karena ketika pengendalian terkait dengan penduduk ini tidak bisa dilakukan secara maksimal maka akan banyak sekali dampaknya, mulai dari kemiskinan, pengangguran, kualitas kesehatan lingkungan, dan ini dampaknya luar biasa,” ujar Ketua TP PKK Provinsi Jawa Barat, Atalia Praratyta Ridwan Kamil, dalam Rakerda BKBN Jabar, di Grand Aquila Hotel, Bandung, belum lama ini.

Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Banggakencana) milik Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), merupakan langkah strategis untuk merangkul target sasaran, utamanya generasi milenial terkait pentingnya pengendalian penduduk dan program KB.

“Saya bangga dengan BKKBN Jawa Barat khususnya, termasuk juga Nasional, karena mereka menghadirkan sentuhan-sentuhan langsung pada target sasaran dengan inovasi. Jadi muncul nama baru, Banggakencana juga saya kira satu langkah yang sangat strategis sekali bagaimana kemudian masyarakat lebih mendekatkan diri kepada program-program BKKBN ini,”terang Atalia.

Untuk itu Atalia berharap program kolaboratif ini akan terus berkembang guna memudahkan BKKBN dalam menjangkau target sasaran dan mencakup isu-isu strategis kependudukan, sehingga visi masyarakat yang sehat dan sejahtera dapat digapai.

Sementara itu, Kepala BKKBN Kantor Perwakilan Jabar, Kusmana mengatakan, bahwa Banggakencana merupakan program yang ditujukan untuk menyasar generasi milenial. Karenanya, program ini menjadi penting karena sekitar 25 persen penduduk Jabar termasuk pada target program Banggakencana.

Selain itu, Kusmana juga menekankan pentingnya program ini untuk didukung oleh berbagai pihak, mengingat jumlah 50 juta penduduk terbilang sangat besar, bahkan berpotensi berlipat hingga 75 juta penduduk pada tahun-tahun mendatang.

Saat ini, generasi remaja, di Jawa Barat khususnya, hampir 25 persen penduduknya remaja, mereka konotasinya tidak lagi bisa menerima bahasa-bahasa yang lama. Maka, pemerintah pun harus mendidik mereka sesuai dengan zamannya, termasuk cara BKKBN dalam me-rebranding pesan dengan sasaran milenial.

 “50 juta itu bukan jumlah yang sedikit. Dalam 50 juta itu remajanya ada 12,5 juta. Kalau remaja ini menikah, punya anak 2 saja, berarti akan lahir 25 juta lagi penduduk yang akan datang, bertambah lagi menjadi 75 juta. Belum yang lansia, beliau-beliau orang tua kita kan mesti dirawat juga, tidak boleh kita telantarkan. Sebab itu program ini menurut saya ini, penting untuk mendapatkan perhatian dan dukungan,”pungkasnya. (kh)

Facebook Comments

Check Also

Tim Gabungan Sisir Tempat Wisata, dan Lakukan Tes Swab Antigen

KARTINI – Kunjungan wisatawan ke sejumlah objek wisata di Kabupaten Kuningan ternyat…