KARTINI – Titi Nuryati (30), pertama mengenalnya terlihat tidak ada yang istimewa, selain senyum ramahnya. Namun siapa sangka dialah salah satu perempuan hebat yang menginsprasi. Selama hampir 3 tahun perempuan tangguh ini tanpa kenal lelah memperkenalkan kopi Sekarwangi dari Cibeureum Kuningan. Kopi yang dipetik langsung dari perkebunan kopi petani lokal yang tumbuh di kaki Gunung Ciremai dan memiliki aroma khas kopi cibeureum dengan cita rasa kopi yang luar biasa.

Mulanya, ia aktif di desa sebagai salah satu kader PKK namun panggilan hatinya lebih kuat menggerakan langkahnya untuk lebih serius dalam menangani masalah petani kopi yang menurutnya sangat disayangkan kalau kopi-kopi sebagus itu hanya dijual pada para tengkulak. Kejeliannya membuat dia berfikir bagaimana cara membantu para petani kopi tersebut, berbagai informasipun dikumpulkan tentang pembentukan UKM (Usaha Kecil Menengah) yang barangkali bisa membantunya permodalan awal.

Namun pada akhirnya dengan modal keyakinan dan tekad yang sungguh-sungguh dia memulai usahanya membuat kopi sekar wangi Cibeureum ini dari sakunya sendiri, dengan keyakinan yang kuat dia mendatangi satu persatu petani kopi dan menawarkan kerjasama yang saling menguntungkan bagi keduanya.

Awalnya banyak sekali tatapan sinis  dan beberapa meragukan kemampuannya, namun seiring berjalannya waktu dia membuktikan perkataannya dengan mengangkat kopi cibeureum dan membawanya untuk dikenal, tidak saja di Kuningan sendiri melainkan hingga keluar kota bahkan luar negeri.

“Modal awal yang Saya keluarkan, waktu itu sebesar Rp 300 ribu yang dipergunakan untuk membeli mesin siller dan kemasan. Tetapi, proses pembuatan Saya pertahankan dengan cara tradisional, yakni dengan menggunakan tanah liat, dan proses pun masih menggunakan kayu bakar, ini yang memberi aroma tersendiri pada kopi Sekarwangi ini,” paparnya saat berbincang dengan kartinikuningan.net.

Kopi Sekarwangi diracik tradisional

Titi pun menuturkan jika ilmu meracik kopi tersebut dia dapatkan secara otodidak. Ia belajar tentang kopi dari seorang pengusaha kopi yang dikenalnya secara tidak sengaja di media sosial. Beruntung Muhibbudin Zaidan (pemilik Alqahwa Indonesia) dari Lampung, yang juga seorang pengusaha kopi dengan senang hati berbagi pengetahuannya.

Keseriusan dan keuletan Titi pun membuahkan hasil. Berbagai pelatihan dan pengetahuan tentang kopi dan cara meracik yang unik, sehingga mendapatkan aroma khas terus ia pelajari. Alhasil, berbagai event kecil hingga e-commerce baik di Kuningan maupun di luar daerah, Titi tidak pernah ketinggalan mengikutinya.

Ibu dari dua anak ini kembali menceritakan, nama Sekarwangi ini dilhami dari nama putrinya, yakni Gendis Dewi Ayu Sekarwangi (3). Ia makin percaya diri bahwa kopi Sekar Wangi Cibeureum akan berhasil bersaing dipasaran setelah mendapat dukungan dari HIMPEKI (Himpunan Petani Kopi Indonesia).

“Yang terpenting, Saya didukung sepenuhnya oleh suami dan keluarganya.  Harapan Saya kedepan, Kelompok Tani Sekar Wangi Cibeureum bisa memiliki Koperasi Tani hingga bisa semakin banyak membantu para petani kopi di Cibeureum,’ pungkasnya diakhir perbincangan.  **(vera)

Facebook Comments

Check Also

Naiklah Tinggi Tanpa Menjatuhkan…….

“Naiklah tinggi tanpa menjatuhkan teman mu, bahagialah tanpa menyakiti teman mu̶…