KARTINI – Kupat dan tahu. Sederhana sekali makanan tersebut. Namun, hucap atau pathu yang diberi bumbu kacang tanah, kecap, taburan bawang goreng, krupuk dan diberi sensasi pedas menjadi ikon pertama makanan khas Kuningan.

Salah satu kedai yang menjadi pelopor hucap sejak tahun 1986, yaitu Kupat Tahu Hj. Mi Iroh di Jl. Dewi Sartika pernah dicicipi Presiden SBY (Susilo Bambang Yudoyono), Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf saat kunjungan kerja ke Kuningan.

“Nama Mi Iroh karena memang yang pertama bikinnya itu Mi Iroh, sampai turun temurun dagangannya diteruskan ke anaknya pun, nama kupat tahu ini tetap Pathu Mi Iroh, karena sudah punya nama (trademark-red), mungkin sudah hokinya,” papar Husen, karyawan yang sudah bekerja sekitar 18 tahun itu.

Husen yang dipercaya menjalankan bisnis kuliner tersebut bersama delapan karyawannya nampak sibuk melayani pembeli, baik yang disantap di tempat maupun yang dibungkus. Sehari sebanyak 500 bungkus kupat habis terjual, dengan harga Rp. 12ribu perporsinya.

Ternyata tidak semudah itu ia jalani. Dulu, saat pertama jualan hucap, hanya dondangan kecil di depan pertokoan Siliwangi. Tapi sekarang, Mi Iroh sudah mempunyai warung sendiri yang cukup luas bisa menampung puluhan konsumen yang dilayani delapan karyawan.

Saat itu makanan tersebut baru ada, dan termasuk kudapan yang langka. Saat ini kudapan yang mengenyangkan pengganti makan nasi itu sudah banyak dijual. Tapi Kupat Tahu Mi Iroh tetap mempunyai rasa beda, sampai sering dipesan ke hotel-hotel untuk dijadikan jamuan makanan tradisional.

Jika Anda ingin mencobanya membuat sendiri di rumah, gampang. Hanya dengan kupat yang dipotong-potong dan tahu putih yang digoreng. Bumbunya, kacang tanah digoreng hingga kecoklat-coklatan lalu ditumbuk hingga halus bersama bumbu dapur. Setelah sangat halus digoreng kembali dengan minyak goreng yang banyak. Saat disajikan beri sedikit kecap, taburi bawang goreng dan krupuk. Selamat mencoba!, dan bisa bandingkan dengan Pathu buatan Mi Iroh Rohati. Enak buatan Anda? atau praktis membeli. (kh)

Facebook Comments

Check Also

Tentang Kemarin, Hari Ini dan Esok

BERSAHABAT dengan mentari, setiap pagi kau lihat senyum nan ramah bersama hangatnya. Warna…