Oleh : Vera Verawati

Ibuku…Kartini…Mereka terjebak ….bu. Dalam perangkap yang ditebar..

Para zionis.. Perempuan kita. Meninggalkan tanah suburnya, untuk sebuah mimpi. Menjadi mesin pembayar hutang.

Hutang…keluarga, juga hutang negrinya, entahlah…

Dimana para lelaki dinegeriku.. Mereka masih asik.. Bergerombol disetiap terminal, dengan kacamata hitam. Menikmati betis-betis muda. Para abg yg baru belajar pake rok mini.

Ibuku kartini…Bu..suara perempuanku…Terkikis oleh kemiskinan, dan tuntutan zaman, tak  lagi ada nyanyian…

Kita kehilangan …Gelak tawa gadis desa yg bergerombol..Memetik padi disawah. S*bernyanyi setiap pagi menyingsing..

Malangnya negeriku. Malangnya perempuan Indonesiaku. ***

Facebook Comments

Check Also

Yuk Kenali Manfaat Buah Dari Warnanya

KARTINI – Dalam Pedoman Gizi Seimbang (PGS) yang dikeluarkan oleh Kementrian Kesehat…