Pertemuan GOW Wilayah III Jawa Barat dan Ultah ke-13 GOW Ciayumajakuning

KARTINI – Era digitalisasi harus bisa menguatkan pondasi perempuan di berbagai segmen, karena perempuan adalah sebuah kekuatan keluarga maupun negara. Begitupula ketertinggalan kuota perempuan di pemerintahan harus bisa disetarakan dan diisi oleh perempuan yang mempunyai ‘kabisa’.

Demikian hasil dari pertemuan rutin Gabungan Organisasi Wanita (GOW) wilayah III Jawa Barat, dan Ulang Tahun ke-13 GOW Ciayumajakuning, Rabu (26/2), di kediaman Ketua GOW Kuningan, Hj.Rini Sujianti, SE., MM.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Jawa Barat, Dra. Hj. Siti Julaeha, S.IP., MBA, Koordinator GOW Ciayumajakuning, Hj. Ruminah Soediono, Ketua Darma Wanita Kuningan, Yoan Ridho Suganda, Ketua TP PKK Kuningan, Hj. Ika Acep Purnama, dan puluhan anggota dari berbagai organisasi wanita.

“Berbicara keterwakilan perempuan di pemerintah, terutama di parlemen, Saya sendiri merasa prihatin karena masih tertinggal. Tapi ini harus menjadi pelajaran, dan harus kita semangati supaya tidak putus asa dan terus berusaha, jangan putus asa dan bisa mengejar 30 persen kuota perempuan. Karena kenyataannya, dari 160 anggota DPR RI saja, perempuannya hanya ada 12, berarti masih sangat jauh, dan ini PR bagi semua perempuan di Indonesia,” papar Ketua BKOW Jawa Barat, Hj. Siti Julaeha, kepada kartinikuningan.net.

Ketua GOW Kuningan, Hj. Rini Sujianti mengatakan, dalam rangka menginspirasi perempuan dan menyemangati kaum perempuan, GOW Ciayumajakuning, dan khususnya GOW Kuningan selalu sinergis dengan semua elemen, baik dengan pemerintah, LSM maupun komunitas perempuan lainnya, selama untuk peningkatan kualitas perempuan dan menata serta memberdayakan masyarakat.

“Menjadi perempuan di era digitalisasi ini harus menjadi perempuan yang serba bisa. Karena perempuan saat ini menjadi tulang punggung dan sebuah kekuatan, baik untuk keluarga maupun negara, termasuk sebagai kekuatan ekonomi. Di era digitalisasi dan era tekhonlogi 4.0, perempuan tidak bisa tinggal diam, dan jika kita ketinggalan, maka kita akan tersisihkan,” ujar Rini.

Ketua TP PKK Kuningan, Hj. Ika Acep Purnama, menambahkan,  pihaknya selalu mensuport GOW untuk terus berkontribusi dalam pemberdayaan perempuan. Karena perempuan yang berpotensi itu cukup banyak, tinggal mencari tempat untuk menyalurkan potensi mereka serta tentunya harus ada dukungan dari diri sendiri, keluarga serta lingkungan. (kh)   

Facebook Comments

Check Also

Kampung Dongeng Gelar Festival Hari Dongeng Nasional

KARTINI – Kebijakan untuk melonggarkan kegiatan di masyarakat, termasuk di lembaga p…