KARTINI – Kedai kopi kini menjamur di wilayah Kabupaten Kuningan. Tidak hanya diseputar kota saja, kedai-kedai kopi kini merambah ke pinggiran kota bahkan ke desa-desa. Salah satu contoh, kedai Geko 57, di Desa Nanggela Kecamatan Mandirancan, Kuningan.

Kedai kopi Geko 57 ini punya menu andalan yang jarang atau bahkan mungkin tidak ada ditemukan dikedai lainnya, yakni ColdBrew. ColdBrew ini kopi yang disajikan lebih nikmat dalam keadaan dingin. Menurut Kang Biqi, owner Geko 57,  bahwa benar jika menu andalannya ColdBrew. “Coldbrew itu merupakan metode seduh, yakni kopi yang diseduh dengan menggunakan air dingin dengan waktu sekitar 12-24 jam prosesnya untuk menghasilkan konsentrat kopi. Jadi kalau orang-orang barat menyebutnya liquidcoffee, kalau bahasa yang lebih familiarnya yaitu konsentrat kopi,” paparnya.

Lebih lanjut, kang biqi menjelaskan, Konsentrat kopi coldbrew dari segi rasa lebih soft dibanding metode seduh air panas pada umumnya. Coldbrew memilki sekitar 6,31 lebih tinggi dibanding dengan metode seduh air panas yang hanya sekitar 5,48, yang artinya semakin rendah ph semakin kuat kadar asamnya. Sehingga dengan metode coldbrew kadar asam lebih rendah dan tentu lebih aman bagi penikmat kopi yang memiliki masalah pencernaan dan lambung.Karakter singleorigin dari kopi pun sangat jelas terasa dan tentu sensasi akan lebih berbeda, pungkasnya.

Sementara itu, Ozi yang juga owner Geko 57 menambahkan bahwa cita-cita geko 57 itu lebih kepada memperkenalkan kopi lokal, dan sama-sama memperjuangkan kopi lokal khususnya yang ada di wilayah utara Kabupaten Kuningan. Geko sudah berjalan lebih dari 1 tahun, dan semoga dengan hadirnya Coldbrew menjadi pembeda dari kedai-kedai kopi pada umumnya. (mamah)

Facebook Comments

Check Also

Tim Gabungan Sisir Tempat Wisata, dan Lakukan Tes Swab Antigen

KARTINI – Kunjungan wisatawan ke sejumlah objek wisata di Kabupaten Kuningan ternyat…