KARTINI – Seorang pemimpin era modern tentu berbeda dengan pemimpin di masa dahulu, terlebih ketika di era keterbukaan informasi, seorang pemimpin harus lebih cerdas, cermat dan lebih dekat dengan masyarakat.

Jika sebuah lembaga yang dipimpin adalah lembaga pelayanan, kedekatan dengan masyarakat menjadi modal utama dalam memberikan kepuasan terhadap masyarakat. “Jaman sekarang tidak bisa hanya duduk manis, main perintah ke bawahan saja. Apalagi lembaga perbankan, kedekatan terhadap masyarakat jadi modal utama. Kita harus bisa membuat masyarakat, terutama nasabah nyaman, dan tidak mau berpindah ke lain hati,” papar Rika Farliani, SE., M.Si., Kepala Cabang Ciawigebang Bank Kuningan saat berbincang dengan http://kartinikuningan.net

Bukan itu saja,  penegakan disiplin kepada karyawan, attitude karyawan dalam melayani nasabah, termasuk penampilan karyawan, selalu Rika perhatikan. Ketika ada bawahannya yang kurang menarik dalam berpenampilan, selalu ia tegur, karena memang sebuah lembaga pelayanan harus dilayani oleh karyawan yang ramah, sopan dan tentu menarik.

Rika adalah satu-satunya perempuan yang berstatus kepala cabang dari 7 kepala cabang Perumda Bank Kuningan. Bukan hal yang mudah menjadi seorang pemimpin, apalagi ia sebagai ibu rumah tangga dengan dua anak, tentunya harus pintar membagi waktu antara mengurus rumah tangga dengan karirnya. “Untungnya suami Saya dan juga orangtua men-suport sekali. Suami paling pengertian dengan posisi jabatan Saya, karena berkarir di bank itu, ya dikejar target. Jadi benar-benar harus fokus,” kata isteri Kabag Protokol Setda Kuningan, DR. Wahyu Hidayah itu.

17 tahun memimpin perbankan, bukan hal yang mudah, dan bukan karir yang ‘ujug-ujug’. Tapi ia lakoni dengan penuh pengabdian. Berawal dari status teller di BPR Cidahu tahun 2003 ia tekuni dengan penuh loyalitas. Rika pun saat itu berperan juga sebagai AO (Acount Officer). Lalu di tahun 2011, ia ditarik ke pusat sebagai Kasubag Dana Bagian Pemasaran. Pekerjaannya cukup menantang, karena harus membawahi 7 cabang, dan blusukan ke sekolah-sekolah mempromosikan produk Bank Kuningan (waktu itu masih bernama BPR-red), ke pelaku usaha kecil menengah dan masyarakat lainnya. Semuanya itu membuahkan hasil, akhirnya ibu dua anak ini dipercaya sebagai Pemimpin Cabang diusia 33 tahun dan bertahan hingga sekarang. Mengelola keuangan yang kerap dikejar target setiap tahunnya, menjadi kesan tersendiri dalam hidupnya. “Ketika orang itu bersungguh-sungguh, maka ia pun akan merasakan hasil dan manafaatnya. Man jadda wajada,” pungkas perempuan kelahiran 27 Oktober 1981 ini. (kh)

Facebook Comments

Check Also

Tentang Kemarin, Hari Ini dan Esok

BERSAHABAT dengan mentari, setiap pagi kau lihat senyum nan ramah bersama hangatnya. Warna…