KARTINI – Desa Wisata dengan pola pendekatan agrowisata kopi nampaknya menjadi ciri khas dan daya tarik tersendiri bagi Desa Wisata Cipasung untuk mempromosikan keelokannya.

Dengan konsep tersebut, Desa Wisata yang dibina oleh Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti itu diharapkan akan dapat mewujudkan pembangunan kawasan perdesaan berbasis pertanian, wisata, budaya dan potensi lokal untuk mempercepat pertumbuhan serta pemerataan ekonomi rakyat.

Apalagi, kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan yang banyak tumbuh di Kuningan, banyak digemari orang dan memiliki prospek bisnis menjanjikan.

Saat ini, di Desa Wisata Cipasung sudah ada Kedai Kopi yang memiliki keunikan tersendiri, sambil menikmati Kopi Liberika khas Desa Wisata Cipasung, para pengunjung juga bisa sambil belajar mengolah buah kopi sampai jadi minumannya.

Hal ini disampaikan Kepala Pusat Bisnis Kepariwisataan STP Trisakti, Novita Widyastuti, M.Si., Par., saat melakukan evaluasi terakhir CSR IFG di Desa Wisata Cipasung (11/09).

“Kedai kopi yang sedang hits di Kabupaten Kuningan ini memiliki keunikan karena dipadukan dengan kopi agroedutourism. Kedai kopi Liberika Cipasung yang terletak di Desa Cipasung mengangkat kearifan lokal dan memberikan pelatihan proses pengolahan buah kopi sampai dengan belajar membuat minuman kopi,” jelas Novita.

Menurut Akademisi STP Trisakti yang sedang menjadi salah satu Juri Lomba Menulis Artikel untuk Cibuntu ini, Kedai Kopi dikelola sendiri oleh masyarakat Desa Cipasung yang sudah mengikuti berbagai pelatihan. Namun, kualitas minuman Kopi yang dihasilkan oleh masyarakat ini tidak akan kalah dengan kualitas minuman Kopi dari brand-brand yang sudah ternama.

“Kedai kopi Liberika Cipasung menghadirkan minuman-minuman kopi yang mempunyai kualitas yang tidak kalah dengan brand lain karena dibuat dengan mesin yang modern. Harganya pun bersahabat dengan keramahan lingkungan di tengah kebun kopi,” katanya. (kh)***

Facebook Comments

Check Also

Yuk Kenali Manfaat Buah Dari Warnanya

KARTINI – Dalam Pedoman Gizi Seimbang (PGS) yang dikeluarkan oleh Kementrian Kesehat…