KARTINI – Mahasiswa harus mampu menjadi agen perubahan dalam mengembangkan gagasan terutama ketahanan keluarga, terlebih ketika kondisi ekonomi terpuruk akibat goncangan Pandemi Covid-19.

Demikian semangat yang muncul dalam ‘Ngopi’ (ngobrol inspirasi) mahasiswa KKN Universitas Islam Al-Ihya Kuningan di Desa Longkewang Kec. Ciniru, pada Kamis (19/8/2021), di Sekretariat Gapoktan.

Hadir sebagai nara sumber dalam ‘Ngopi’ tersebut, Hj.Heni Susilawati, S Sos., MM., pegiat demokrasi dan pengamat ekonomi. Menurutnya, Pandemi covid-19 memang sangat memukul sektor ekonomi. Tidak sekedar pengusaha kecil, pengusaha besar pun merasakan dampaknya.

“Tapi kita harus optimis untuk bisa bangkit kembali dari keterpurukan ini. Salah satu penyemangat dan agen perubahan, ya mahasiswa. Mahasiswa harus mampu memberikan semangat dan membantu mereka untuk bangkit kembali dari keterpurukan,” papar Hj.Heni.

Banyak cara yang bisa dilakukan, diantaranya melalui media sosial, mahasiswa bisa ikut membantu pelaku usaha kecil mempromosikan produknya di media-media sosial, seperti lewat Facebook, Instagram, twiter atau media lainnya. Intinya, semua harus ‘motekar’ melewati fase sulit paska Pandemi ini.

Ditambahkan Ketua KKN UNISA Kelompok 01, Dudin Sa’dudin menjelaskan, dengan mengambil tema “semangat membangun optimisme di masa pandemi”, ia berharap, para pelaku UMKM optimis bisa berkembang.

“Kami yakin, mahasiswa mampu membantu mereka bangkit dari keterpurukan, dan bisa membuat mereka maju, karena Mahasiswa sebagai “Agent Of Change” dalam mengembangkan gagasan terutama ketahanan keluraga, ” tambah Dudin.

Sementara itu, Diki tokoh pemuda yang merupakan salah satu anggota Bumdes dan Gapoktan Mitra saluyu, yang turut hadir bersama aparat desa, BUMDES, dan sejumlah tokoh masyarakat lainnya dalam ‘Ngopi’ tersebut merasa bahagia dan tercerahkan dengan mengikuti acara tersebut.

“Bahagia dan bangga karena ini untuk pengembangan SDM dan SDA di Desa Longkewang. Semoga adaya KKN di desa kami memberikan manfaat dengan bertambahnya ilmu bagi desa Longkewang khususnya pengurus kelompok Gapoktan yang mengolah hasil taninya jadi produk,” katanya.

Ia mengakui, keterpurukan para pelaku usaha kecil, termasuk kelompok tani harus terus disuport oleh berbagai pihak, terutama sharing ilmu dalam membangkitkan kembali roda perekonomian. “Ya acara ini sebagai salah satu bentuk mempertahankan roda perekonomian masyarakat Longkewang,” tandasnya. (kh)***

Facebook Comments

Check Also

Yuk Kenali Manfaat Buah Dari Warnanya

KARTINI – Dalam Pedoman Gizi Seimbang (PGS) yang dikeluarkan oleh Kementrian Kesehat…