KARTINI – Terkait adanya laporan dugaan penyalahgunaan bantuan ternak yang diadukan mahasiswa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Kejaksaan Negeri Kuningan (Kejari) menegaskan belum menerima aduan tersebut.

“Kami tegaskan jika Kami belum menerima laporan pengaduan fisik secara tertulis dari adik-adik mahasiswa,” ujar Wawan Gusmawan, SH., Kasubsi Ideologi Politik Sosial Budaya Kemasyarakatan Kejari Kuningan, kepada http://kartinikuningan.net Senin (16/8/2021) sore.

Mahasiswa IMM tersebut baru menyampaikannya secara lisan lewat audiensi sepekan sebelumnya, setelah gagal melakukan audiensi dengan Dinas Peternakan. Kalau secara lisan, menurut Wawan, tidak bisa dijadikan dasar aduan.

“Kami persilahkan jika mempunyai data dan bukti indikasi kuat dugaan penyalahgunaan supaya melaporkan secara tertulis. Tapi sampai saat ini kita cek di penerimaan terpadu satu pintu belum ada laporan fisik pengaduanya,” kata Wawan.

Seperti diketahui sebelumnya, Koordinator IMM, Yooungy Septandhika bersama teman mahasiswa lainnya gagal melakukan audiensi dengan Dinas Peternakan dan Polres Kuningan, karena tidak diijinkan dengan alasan masih masa PPKM.

Akhirnya mereka mengadukannya ke Kejari Kuningan. Jika itu laporan dugaan penyalahgunaan atau laporan dugaan apapun, termasuk dugaan penyelewengan bantuan ternak dari pemerintah (Dinas Peternakan) yang diadukan mahasiswa IMM, harus disertai laporan tertulis. Jika tidak, maka aduan tersebut tidak bisa diproses. (kh)***

Facebook Comments

Check Also

Yuk Kenali Manfaat Buah Dari Warnanya

KARTINI – Dalam Pedoman Gizi Seimbang (PGS) yang dikeluarkan oleh Kementrian Kesehat…