KARTINI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Forum Karang Taruna (FKT) Kabupaten Kuningan melakukan kerjasama dibidang pendidikan politik berbasis desa dengan sasaran masyarakat yang ada di desa maupun kelurahan.

Kerjasama tersebut dituangkan dalam MoU (Memorandum of Understanding), yang ditandatangani Ketua KPU, Asep Z. Fauzi dan Ketua FKT DR.Carlan, M.Pd., Selasa (2/8), di Kedai Kopi Lendot Sadamantra Jalaksana.

Ketua KPU Kuningan, Asep Z. Fauzi, menjelaskan, kerjasama tersebut sesuai dengan surat KPU Jawa Barat nomor 10/PP.06.3.SD/32/Prov/I/2020 perihal konsolidasi institusional dan kemitraan strategis.

“Terima kasih kepada Forum Karang Taruna atas komitmennya terlibat aktif dalam melakukan pendidikan politik kepada masyarakat, terutama di level desa/kelurahan. Mudah-mudahan MoU ini menjadi langkah awal untuk bergerak secara rill di lapangan. Diantaranya dengan memperkuat kelompok-kelompok masyarakat, memperlebar ruang-ruang diskusi dan membangun kohesivitas civil society,” kata Asfa (panggilan Asep Z.Fauzi).

Ketua FKT Dr Carlan M.Pd menuturkan, pihaknya menyambut baik langkah proaktif yang dilakukan oleh KPU. Menurutnya, mendorong karang taruna untuk terlibat melakukan pendidikan politik adalah langkah tepat. Pasalnya, sebagai organisasi yang sudah mengakar Karang Taruna memiliki modal social dan modal structural yang memadai.

“Terima kasih kepada KPU Kuningan atas kerjasamaanya. Insya Allah sudah jadi komitmen kami terlibat aktif membangun kesadaran politik masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda. Kami bahkan sudah merancang penyelenggaraan pemilihan ketua Karang Taruna di desa/kelurahan secara serentak. Ini akan kami jadikan sebagai wahana pembelajaran politik,” jelas Elon sapaan akrabnya.

Pendidikan Politik Seperti Filosofi Sapu Lidi

Usai panandatanganan MoU, dilanjutkan dengan diskusi secara daring bertajuk PPKM (Pendidikan Politik Kepada Masyarakat). Tidak hanya Ketua KPU Asep Z. Fauzi dan Ketua FKT Dr Carlan M.Pd yang jadi narasumber, ada juga Ketua KPU Kuningan periode 2013-2018, Hj. Heni Susilawati S.Sos MM.

Diskusi daring tersebut mengangkat tema Membangun Kesadaran Politik Masyarakat Agar Menjadi Pemilih Berdaulat. Diskusi daring ini dihadiri partisipan dari berbagai kalangan, beberapa diantaranya berasal dari luar Kabupaten Kuningan.

Hj. Heni Susilawati yang sehari-hari berkiprah di dunia akadamisi dan pegiat demokrasi ini memaparkan materi tentang pentingnya pendidikan pemilih berkelanjutan.

Menurutnya, dalam melakukan pendidikan pemilih perlu ada sinergitas dengan berbagai pihak. Hal ini kata dia sangat selaras dengan filosofi sapu lidi yang sarat dengan pelajaran tentang nilai kolektivitas.

“Sapu akan memberi manfaat jika satu sama lain saling menguatkan. Karena itu banyak aktor dan faktor yang harus terlibat dalam membangun budaya dan kesadaran demokrasi masyarakat. Apalagi hari ini kita masih dihadapkan pada benalu demokrasi yang cukup pelik seperti hoax, money politik, dan rendahnya partisipasi politik. Tidak heran jika indeks demokrasi Indonesia masih rendah dibanding Negara lainnya,” terang Heni.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut anggota KPU Divisi SDM, Sosdiklih dan Parmas Dudung Abdu Salam M.Pd, Divisi Data dan Informasi Asep Budi Hartono M.Pd, Divisi Teknis Penyelenggaraan Maman Sulaeman S.Hum, dan Divisi Hukum dan Pengawasan Lestari Widiyastuuti SE, serta jajaran pengurus FKT Kab. Kuningan. (kh)***

Facebook Comments

Check Also

Akibat Pandemi Covid-19, Kondisi Perekonomian Kuningan Mengalami Tekanan Hebat

KARTINI – Kondisi perekonomian di Kabupaten Kuningan akibat Pandemi Covid-19 mengala…