KARTINI – Habis gelap terbitlah terang, buku penomenal tentang perjuangan R.A.Kartini serta pesan-pesan yang tertangkap selama perjuangannya. 21 Afril diperingati sebagai Hari Kartini.

Dirayakan setelah pada tanggal 2 Mei 1964 keluar Surat Keputusan Presiden RI No.108 Tahun 1964 yang menetapkan R.A.Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional.

Setelah bertahun-tahun berlalu Kartini boleh bangga karena dari pemikirannya terlahir perempuan-perempuan hebat yang berdiri sejajar dengan kaum laki-laki. Perjuangan yang sangat keras membuahkan hasil menakjubkan setelah bertahun-tahun berlalu.

Namun tidak seratus persen keberhasilan itu. Karena hingga hari ini masih banyak sekali kartini-kartini yang terjajah oleh kondisi. Faktor ekonomi menjadi latar belakang paling siginifikan menjadikan perempuan Indonesia terpuruk pada pilihan sulit.

Angka itu menjadi lebih tinggi di masa pandemi. Tak sulit kita menemukan, para pemulung wanita yang mengais sampah untuk sesuap nasi, tukang ojek, buruh bangunan sampai supir kendaraan berat juga ada perempuan disana.

Tenaga Kerja Wanita menjadi gambaran jelas betapa masih banyaknya perempuan kita yang tak diberi pilihan. Selain terus menjadi mesin-mesin pencetak dollar untuk menutupi tidak saja hutang negara tapi juga melunasi hutang keluarga.

Merelakan cinta dan kasih sayang untuk orang-orang yang dicintainya demi menghidupi seluruh keluarga. Lupa bagaimana dengan kebahagiaannya sendiri. Belum lagi wajah-wajah lebam korban kekerasan. Kartini-kartini kita masih banyak yang terjajah. Bukan oleh penjajah dari luar tapi justru di jajah bangsanya sendiri.

Berbagai upaya menyelamatkan, tapi kembali pada terbenturnya birokrasi yang ada. Perempuan lebih mudah diterima diberbagai kondisi kerja. Ketelatenan, kesabaran, dan kesungguhannya tak di ragukan lagi.

RA.Kartini tidaklah sia-sia perjuanganmu setidaknya perempuan kita sudah pandai membaca dan menulis. Membaca hidupnya, menulis takdirnya sendiri. Duduk sama rendah berdiri sama tinggi.

Boleh saja sejajar di berbagai profesi tapi tidak ada yang menyadari bagaimana pemulihan psikologis pada kartini-kartini yang berjuang menghidupi negeri.

Untuk bangsa yang besar ini, bisakah kau lebih peduli pada ibumu Kartini. Selamatkan mereka karena besarmu adalah titik keringat dan air matanya. (Vera)**

Facebook Comments

Check Also

80 Persen Kematian Akibat Serangan Jantung Ternyata Dapat Dihindari

KARTINI –  Jantung merupakan salah satu organ yang harus dijaga kesehatannya, a…