KARTINI – Rencana kenaikan tunjangan rumah untuk anggota DPRD Kuningan menuai kritikan pedas dari beberapa kalangan.

Dalam kondisi anggaran yang terus dipangkas oleh kepentingan Covid-19, dan saat masyarakat Kuningan banyak yang berstatus miskin paska Pandemi Covid-19, ini malah mengusulkan untuk menaikan tunjangan ‘hidup’ para wakil rakyat.

“Dimana hati nuranimu para anggota dewan yang terhormat. Apa tidak malu mengusulkan kenaikannya?, Apa tidak bisa melihat kondisi masyarakat Kuningan yang tengah “sakit’ ekonominya?. Harusnya memakai hati saat mengusulkan kenaikan itu, bukan melihat pada melanggar atau tidak melanggarnya aturan atas usulan tersebut,” ujar Abdullah, salah seorang pemerhati kepada http://kartinikuningan.net, Selasa (20/4).

Saat mendengar ada usulan kenaikan tunjangan rumah dan transportasi, Abdullah langsung merasa tidak simpati terhadap anggota dewan tersebut. Apalagi ketika pemerintah kembali merefocusing APBD Kuningan 2021 untuk recovery paska Pandemi Covid-19. “Ini malah seenake dewek minta tunjangan naik, kurang apalagi?, Kan baru tahun kemarin tunjangan anggota dewan itu naik?,” paparnya.

Senada yang dikatakan Sujarwo, dari F-Tekad, idealnya anggota Legislatif itu mengusulkan untuk merefocusing anggaran dewan, bukan malah meminta naik. Dalam APBD 2021, sebagian besar SKPD di Kuningan dipangkas 30 hingga 40 persen.

“Coba kalau memakai hati, pasti yang diusulkan itu pemangkasan anggaran anggota dewan, bukan malah mengusulkan kenaikan tunjangan, belum lagi pokir yang pasti berusaha untuk dipertahankan,” ujarnya.

Seperti diketahui, tunjangan perumahan anggota DPRD Kuningan sendiri sudah cukup tinggi, yakni Rp 11 juta perbulan peranggota. Sedangkan pimpinan lebih besar lagi, yakni, Rp 15 juta untuk Ketua dan Rp13 juta untuk wakil.

Nominal tersebut ternyata bagi mereka masih kecil, sehingga di tahun 2021 diusulkan naik menjadi Rp 23 juta untuk anggota dan Rp 26 juta perbulan untuk pimpinan.

Selain perumahan, tunjangan transportasi juga cukup fantastis, Rp 8juta perbulan peranggota dan Rp 13 juta untuk pimpinan. Lagi-lagi nominal itu masih dirasa kurang, mereka pun minta naik lagi.(kh)***

Facebook Comments

Check Also

Menu Hemat Saat Uang Belanja Nyaris Tamat

KARTINI – Tanggal tua biasanya memang isi dompet sudah mulai menipis, apalagi ditamb…