KARTINI – Ngabuburit adalah istilah familiar yang digunakan umat Islam selama Bulan Ramadhan. Ngabuburit di masa Pandemi Covid-19 tentunya berbeda di masa-masa normal.

Ngabuburit pun sudah menjadi tradisi umat Muslim di Bulan Ramadhan. Banyak hal yang dapat dilakukan dalam tradisi ngabuburit dengan keragaman kegiatan didalamnya. Dari anak-anak hingga orang dewasa melakukan aktifitas yang sama di bulan yang hanya datang satu tahun sekali ini.

Banyak aktifitas yang dapat dilakukan sebelum menjelang buka puasa selain tentunya dengan memperbanyak tadarus agar senantiasa menambah dan menyempurnakan ibadah kita.

Ngabuburit dilakukan dengan berbagai ragam aktifitas diantaranya membeli makanan takjil untuk berbuka, melakukan kegiatan sosial, kegiatan amal, berbagi takjil, ataupun hanya sekedar berkumpul di suatu tempat bersama keluarga atau berkumpul dengan komunitas-komunitas tertentu.

Berburu jamuan takjil dan jajanan buka puasa lainnya merupakan moment yang paling dinantikan menjelang berbuka puasa. Selain banyaknya para pedagang yang menjajakan makanan dan minuman.

Beragam pilihan makanan dan minuman pun menjadi incaran para konsumen. Tak heran jika banyaknya orang berbondong-bondong dan mengantri untuk berburu ragam kuliner ramadhan.

Lalu bagaimana ngabuburit pada saat Pandami Covid-19 ini. Tahun lalu, tentu tradisi ngabuburit dilarang oleh pemerintah karena Kab.Kuningan khususnya masuk zona merah (banyaknya warga yang terkonfirmasi Covid-19).

Tahun sekarang, terasa bernostalgia dengan ngabuburit itu. “Wah rasanya tahun kemarin ada tradisi yang hilang, makanya tahun sekarang kita coba untuk melakukan kembali ngabuburit yang hanya dilakukan setahun sekali ini,” papar Erni, salah seorang warga Pancalang.

Jangan Lupa Prokes

Hal yang harus tetap diperhatikan adalah seputar protokol kesehatan dan kebersihan. Bagi para pedagang makanan dan minuman hendaknya selalu memperhatikan protokol kesehatan dimasa pandemi yang belum juga berakhir ini.

Memakai masker, mencuci tangan, menyediakan hand sanitizer, juga sarung tangan untuk mengemas makanan harus betul-betul diperhatikan. Begitu pula dengan para konsumen yang juga harus memperhatikan protokol kesehatan dengan selalu memakai masker, mencuci tangan, dan memakai hand sanitizer.

Dalam memilih makanan sebaiknya tidak secara langsung menyentuh dengan permukaan tangan secara terbuka, dengan kata lain gunakanlah alat yang disediakan penjaja makanan juga konsumen yang menggunakan sarung tangan sekali pakai khusus untuk makanan, sehingga makanan yang dipilih pun tidak akan terkontaminasi dari bakteri yang menempel di tangan kita.

Maka dari itu selalu perhatikan protokol kesehatan dalam melakukan tradisi ngabuburit yang dilakukan dikeramaian. Selamat Ngabuburit. (Dian)**

Facebook Comments

Check Also

80 Persen Kematian Akibat Serangan Jantung Ternyata Dapat Dihindari

KARTINI –  Jantung merupakan salah satu organ yang harus dijaga kesehatannya, a…