KARTINI – Pelaku Usaha Kecil Menengah yang ada di Kuningan saat ini jumlahnya terus mengalami penambahan sehingga perlu adanya data akurat dan terus dibina dalam pemilihan ekonomi paska Pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Kopdagperin Uu Kusmana, M.Si., menjelaskan, untuk pendataan pelaku UKM tersebut, Kopdagperin memiliki Si BaDU miRakyat (Aplikasi Bank Data Pelaku Usaha Ekonomi Kerakyatan) dan Galeri Informasi Dinas Kperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kuningan.

“Seluruh laporan bank data sampai saat ini sudah terinput 35.071 UKM. Kita mendorong para pelaku UMKM ini dengan pasar digital, dengan begitu kita dari dinas berpindah dan hijrah dari offline menjadi online. Saya harap ke depannya data-data dapat terintegrasi dengan dinas lain,” ujar Kusmana.

Bentuk perwujudan dalam data tersebut, pihaknya meluncurkan Si BaDU miRakyat. Aplikasi tersebut menurutnya, memiliki makna sebagai sosok anak kecil yang periang, cerdas, sehat dan mempunyai skill yang hebat dalam mengejar mimpi. Sedangkan, kata miRakyat memiliki arti merakyat.

“Sebuah slogan yang bertujuan untuk membangun ekonomi kerakyatan, dimana saat ini dibutuhkan sebuah inovasi dan kerja nyata untuk turut serta dalam pemulihan ekonomi nasional,” katanya.

Sesuai Peraturan Menteri Koperasi dan UKM Nomor 2 Tahun 2021 pasal 6, calon penerima bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) diusulkan Dinas Koprasi dan Umkm kabupaten/kota.

Data-data UKM menjadi sandingan yang digunakan oleh Dinas Kopdagperin, sehingga data yang ada merupakan data real terupdate. Data yang aktual dan akurat dapat  berfungsi sebagai indikator kemajuan ekonomi, analisa dan pengambilan keputusan  yang sinkron dengan pembangunan.

Dalam menghadapi serangan ekonomi global pandemi, para pelaku usaha di hadapkan tantangan yang sangat sulit. terlebih lagi sangat berdampak pada usaha UMKM. Oleh karena itu perlu adanya tindakan yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten kuningan dalam mengatasi permasalahan tersebut.

Zaman sekarang harus dapat memanfaatkan ruang dan teknologi yang serba canggih. karena, dengan adanya IT dapat meluncurkan sistem aplikasi yang dapat dimanfaatkan untuk semua sektor.

Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) memiliki posisi strategis dalam menumbuh kembangkan ekonomi di tengah-tengah pandemi covid-19. Ia menambahkan, Pemerintah Daerah berkewajiban untuk memberikan perhatian, membuka ruang dan memperluas jaringan.

Selain peluncuran Aplikasi SiBadu MiRakyat dan Galeri Informasi Dinas Kperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kuningan di Aula Bank BJB Cabang Kuningan, Rabu (31/3/2021). Kegiatan tersebut sekaligus penyerahan Sertifikat Pangan Industri Rumah Tangga (S-PIRT) kepada 30 pelaku UMKM. (kh)***

Facebook Comments

Check Also

80 Persen Kematian Akibat Serangan Jantung Ternyata Dapat Dihindari

KARTINI –  Jantung merupakan salah satu organ yang harus dijaga kesehatannya, a…