KARTINI –  Perkumpulan Perempuan Wirausaha Indonesia (Perwira) DPD Jawa Barat siap membantu memasarkan produk pelaku usaha hingga menembus pasar ekspor.

Selepas Pandemi Covid-19, recovery ekonomi menumbuhkan semangat pelaku usaha, terutama kaum perempuan di Jawa Barat untuk kreatif dan inovatif. Hal tersebut disambut dengan gairah permintaan produk dari luar negeri, seperti Arab Saudi, Uzbekistan, Malaysia, dan beberapa negara lainnya.

“Perwira berusaha untuk memfasilitasi pemasaran para pelaku usaha Indonesia, terutama yang terhimpun di DPD Perwira Jawa Barat. Alhamdulillah, seperti Ciamis, Sukabumi, Bekasi sudah memasarkan produknya go internasional,” ujar Ketua DPD Perwira Jawa Barat, Hj. Rini Sujiyanti, SE.MM., di sela-sela Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II Perwira, kepada http://kartinikuningan.net , Jumat (26/3).

Seperti dari negara Arab Saudi, mereka menantang Jawa Barat untuk bisa mensuplai terasi, kerupuk, dan rempah-rempah, karena ternyata konsumsi makanan tersebut di Arab Saudi cukup tinggi. Hal itu adalah kesempatan untuk Indonesia bisa nembus pasar bebas. “Tinggal kesiapan kita dalam memenuhinya. Ini sedang terus disuport, karena memang permintaan baik nasional maupun nternasional terus mengalir,” katanya.

Untuk itu diharapkan kendala pemasaran yang kerap dikeluhkan oleh setiap pelaku usaha, terutama pelaku usaha kecil menengah akan bisa terjawab. Perwira yakin, para perempuan wirausaha semangat untuk bisa maju, bangkit dengan pola kreatif dan inovatif.

Wirausaha Mandiri Kreatif dan Inovatif

Sementara itu, Sekretaris DPD Perwira Jabar, Hj. Ela Holilah, M.Pdi., didampingi pengurus DPC Perwira Kuningan, Hj. Ade Suryaningsih (Bu Joko) menjelaskan, kegiatan Rakerda itu berlangsung selama dua hari, dari Kamis hingga Jumat (25 – 26 Maret), di kediaman Hj. Rini. Setiap kabupaten dari 27 kab/kota se-Jabar mengirimkan dua atau tiga peserta.

Rakerda yang dibuka Isteri Wakil Gubernur Jabar, Hj.Lina Marlina Ruzhan, SE., itu mengusung tema ‘Menjadi Wirausaha Mandiri Kreatif dan Inovatif disaat Pandemi’. Para perempuan sangat diuji dengan kondisi Pandemi, terutama dari sisi ekonomi karena faktor suami yang terpuruk usahanya.

“Maka menjadi isteri dan seorang ibu yang pintar itu adalah tuntutan. Melalui Rakerda ini diharapkan setidaknya bisa memotivasi perempuan supaya bangkit dan bantu keluarga di sektor peningaktan ekonomi,” tambah Ela. (kh)***

Facebook Comments

Check Also

Partisipasi Perempuan Dalam Pilkades Masih Rendah

KARTINI – Peminat menjadi calon kepala desa dari partisipasi perempuan ternyata masi…