KARTINI – Buku penujang belajar bagi anak-anak di sekolah maupun buku cerita anak (pabel) ternyata masih sangat kurang, padahal mereka sangat membutuhkannya.

Beberapa penelusuran di lapangan membuktikan. Sedikitnya buku-buku anak yang ada di setiap Taman Baca Masyarakat yang tersebar di Kabupaten Kuningan,
hanya beberapa Taman Baca Masyarakat yang memiliki koleksi buku anak-anak yang dikategorikan cukup. Sisanya sebagian besar tidak memiliki cukup buku anak-anak. Faktor-faktor sulitnya buku anak-anak bisa disebabkan oleh mahalnya biaya pembuatan buku anak-anak yang rata-rata membutuhkan modal yang tak sedikit.

Kertas berkualitas bagus dengan gambar-gambar menarik mejadi salah satu penunjang buku anak-anak menarik untuk dibaca. Faktor lainnya bisa karena sedikitnya penulis yang menjadi penulis untuk cerita anak-anak.

Buku cerita anak-anak yang bertebaran tekadang tidak melalui penelusuran secara detail hingga ada beberapa buku anak-anak yang masih ditemukan adanya unsur kekerasan. Dan itu menjadi hal terpenting dalam sebuah buku anak-anak yang nota bene tidak diperkenankan adanya tindak kekerasan dalam cerita anak-anak.

Untuk itu diharapkan dalam penerbitan buku anak-anak sebaiknya atau pembelian buku anak-anak lebih selektif lagi. Karena dilapangan ditemukan beberapa buku anak-anak yang terkesan agamis tapi setelah dibaca ada beberapa narasi bersifat kekerasan. Dan itu sangat tidak layak berada pada buku cerita anak-anak.

Kepada pihak-pihak yang saling berkaitan. Mari saling bertaut tangan agar kita bisa memenuhi tingginya kebutuhan buku anak-anak yang benar-benar layak dibaca. Dan itu akan memberikan motivasi tersendiri untuk anak-anak kita gemar membaca.
IKAPI mencatat data penjualan buku dari Gramedia, buku cerita di tahun 2014 sekitar 10,01 juta eksemplar buku cerita anak terjual. Mengalahkan buku religi, fiksi dan sastra.

Selama ini penerbitan buku anak di Indonesia didominasi oleh nama-nama besar seperti Noura Books, Bentang Pustaka Erlangga, AgroMedia dan Kompas Gramedia.

Diharapkan kedepannya akan lahir penulis-penulis baru terutama untuk genre cerita anak yang mampu memberi warna berbeda. Namun mengedepankan teladan baik dalam setiap cerita anak tersebut. Semoga. (Vera/sumber : tirto.id) **

Facebook Comments

Check Also

Kampung Dongeng Gelar Festival Hari Dongeng Nasional

KARTINI – Kebijakan untuk melonggarkan kegiatan di masyarakat, termasuk di lembaga p…