KARTINI – Pemerintah Kabupaten Kuningan kini mengeluarkan kebijakan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), dulunya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Mungkinkah ini terjadi sebagai keterlambatan atas tidak diberlakukan pembatasan sosial saat akhir tahun kemarin, lonjakan pengunjung menuju Kabupaten Kuningan berkali lipat dari perkiraan.

Tidak dapat dicegah memang seberapa ketatnya pembatasan sosial itu diterapkan jika kerumunan tetap terjadi, potensi untuk tertular selalu ada. Namun demikian rutinitas dan kehidupan tetap harus berjalan untuk tetap bertahan dimasa pandemi yang kadang naik dan turun, masyarakat mulai terbiasa dengan kebijakan-kebijakan yang tiba-tiba.

Masyarakat tak lagi berharap bantuan dari pemerintah meski pembatasan sosial berskala besar harus dilakukan. Berbagai upaya bentuk dari kerja keras dilakukan, meski tak menampik jika bantuan ada, masyarakat tetap menerima dan menyikapi sebagai bentuk kepedulian dari pemerintah dan sesama.

Pemerintah sendiri bersama jajarannya terus berusaha untuk membantu agar masyarakat kita tidak mengalami krisis, terutama karena psikologis mereka yang terus menerus didera tekanan kebutuhan hidup sedang jalan pemasukan makin sulit dengan segala pembatasan yang ada.

Persoalan ekonomi tentu menjadi faktor utama bagi setiap orang, disaat pandemi ini semua hal dirasa makin berat, jika saja tidak dibarengi dengan inovasi dan kreatifitas yang tinggi, tetap tertinggal jauh. Sedang pola pikir masyarakat kita hari ini makin ekonomis.

Hari ini kerja hari ini makan, jika hari ini tak kerja maka bersiaplah perutpun harus menahan sejenak rasa lapar hingga ada sesama yang saling peduli dan mengetahui kondisi yang dialami.

Jika tidak ada yang tahu dan tidak memberi tahu maka tak aneh jika mata bisa melihat sebuah pemandangan miris di televisi tentang berita kelaparan atau berita-berita kriminal yang disebabkan ketidakmampuan menghadapi kondisi dimasa pandemi. Tidak perlu saling menyalahkan, karena kondisi ini tentu sebelumnya telah diprediksi oleh ilmu pengetahuan sebelumnya.

Namun karena ketidak pekaan dan sikap manusia yang serakah pada akhirnya mengabaikan segala tanpa berusaha menjaga kestabilan alam dan memperlakukan alam lebih baik. Pandemi tetap terjadi, upaya apapun akan dilakukan sejauh itu mampu menekan angka penyebarannya.

Untuk masyarakat dihimbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Teruslah melakukan aktifitas sesuai kepentingan dan profesi pekerjaan masing-masing, bentuk iktiar dari diam dan menunggu keajaiban.

Mari saling menguatkan satu dengan yang lain, tak perlu memandang jauh untuk membantu sesama dengan harap gambar dipapar dimedia sosial sebagai pencitraan, cobalah lebih peka mungkin orang disampingmu bahkan sedang mengalami fase tersulit namun tak pernah diungkapkan. Tetaplah semangat dan teruslah berprasangka baik, imunitas yang kuat dimulai dari pikiran yang selalu baik. (Vera)**

Facebook Comments

Check Also

Anies Pulang Kampung, Setelah Itu Bawa Kuningan ke Jakarta

KARTINI – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berjanji akan membantu Kabupaten Kunin…