ADA apa dengan orang-orang yang lalu lalang ini,  seperti tumpah ruah bak air bah saja. Mereka masih riuh berkisah tentang sisa pesta yang tak tuntas. Bocah-bocah merengek menarik tangan-tangan yang selama ini begitu sulit untuk diraih genggaman dan menuntun wajah-wajah polos pergi bermain.

Harapan yang terpancar dari senyum-senyum kecut, sebagian sumringah karena masih ada sisa pembagian uang akhir tahun. Dan memberi kegembiraan yang kadang hanya setahun sekali mereka mampu berikan. Virus tak mampu menyurutkan setiap impian awal tahun, energi-energi baru dibangun. Untuk lebih kuat lagi dan bersiap menjadi para petarung, demi orang-orang terkasih.

Hujan boleh saja menggelegar bersama petir yang mencorong wajah menakutkan. Meninggalkan bayangan terlihat menyeramkan. Tapi tidak bagi mereka yang sepanjang hari berjibaku menjadi kuli-kuli rupiah untuk menyambung nyawa yang tersisa sebiji pelepah saja.

Pesta oh pesta, benarkah ada pesta semalam dan mentari hari-hari permulaan awal tahun membawa janji-janji akan keindahan hari depan. Ada yang baru saja kehilangan beserta tahun yang berlalu, ada juga yang baru mendapatkan kebahagian dimula asa diawal purnama.

Musik-musik masih mendayu, orang-orang yang lalu lalang malu-malu perlahan ikut bergoyang dan berdendang. Lupakan saja semua kenangan yang tak harus dikenang. Biarkan yang patah menjadi abu untuk menghidupkan yang sirna. Akan kembali berbunga, akan bertemu musim semi, usah bersedih hati.

Sesak berjejal, manusia-manusia dengan topeng keyakinan, masih ingin bahagia, dan akan ada kebahagiaan setelahnya. Virus pergilah usah bawa teman-teman dengan nama lebih dahsyat dan mencipta ketakutan yang lebih memporakporandakan keyakinan yang hanya sehelai rambut ini.

Waktu akan terus bergulir tanpa tahu kapan akan berakhir, jadi teruslah berjalan, sesekali berlari, terkadang menemukan tanjakan. Bersiap akan ada turunan dengan jurang curam dikanan-kiri, lebih wasapada, lebih bijaksana. Kesalahan bisa saja terulang, tapi itu bukan halangan untuk kembali berdiri dan berlari.

Kejar ketertinggalan, usah menyerah ketika belum terlihat hasil dari sepanjang perjuangan yang dilakukan. Karena Tuhan akan selalu tahu seberapa layak yang kita terima dan kapan waktu yang tepat untuk kita menerima setiap kabar baik itu.

Awal tahun dan mari bergegas kencangkan sabuk, dan kita akan memulai perjalanan panjang kembali. Kumpulkan setiap keberanian, bertarung semampu yang bisa dilakukan, sekuat yang bisa kita berikan. Percayalah akan selalu terwujud setiap harapan yang diperjuangkan, hanya soal waktu. Jadi bersabarlah !!! **

Oleh : Vera Verawati

Facebook Comments

Check Also

Putri Dongeng di Pondok Pinus

KARTINI– Negeri dongeng dan kastil serta putri yang cantik. Seperti tidak mungkin. T…