Refleksi Kartini Kuningan 2020

Kapolres Akan Mengawal SE Bupati, Mulai 31 Desember Tempat Wisata di Kuningan Ditutup
December 31, 2020
Kesmas Unisa Dapat Kado Tahun Baru ‘Peringkat B’
December 31, 2020

Refleksi Kartini Kuningan 2020

WAKTU berbilang berganti, detik kemenit, menit menuju jam, dari jam ke hari, hari ke minggu, bulanpun beranjak hingga tiba dipenghujung tahun 2020.  Begitu banyak peristiwa terjadi selama satu tahun. Pahit manis, suka dan duka. Roda kehidupan berputar tanpa mampu kita hentikan.

Dari awal tahun kita disuguhi sebuah peristiwa yang langsung menjadi momok yang paling menakutkan. Covid-19, datang secara tiba-tiba merajai setiap ketakutan tanpa pandang bulu, semua sisi kehidupan limbung, disana-sini pekik dan teriak keputusasaan rakyaat yang terpekik sekarat.

Ditambah lagi cerita klasik dunia politik yang kian menggelitik mata dan nurani, diberlakukannya Undang-undang Omnibus Law, melengkapi ketidakmengertian masyarakat yang nyaris kehilangan kepercayaan pada pemerintahnya sendiri.

Negeri ini nyaris digiring terguling, tirani tak bernurani, lagi-lagi rakyat yang makin terpuruk. Kisah nyata sekelumit tentang kelaparan, skenario cantik ketika para nara pidana dibebaskan dengan alasan Covid 19. Lalu bagaimana nasib para penguasa yang ikut ketakutan saat berita dahsyatnya virus ini menebar kematian tanpa pilah dan pilih.

Ada apa dibalik semua hal yang terjadi di tahun 2020 ini, sepertinya alam benar-benar mulai bosan melihat tingkah kita, yang selalu bangga dengan dosa-dosa, atau alam yang mulai enggan bersahabat dengan kita, karena kita terlalu serakah. Bukan saja menghabiskan setiap aset yang ada didalamnya dari emas, batu bara, minyak, nikel bahkan uranium yang digadang-gadang terbesar di dunia ada di Indonesia.

Kuningan sendiri merekam jejak yang juga menambah kisah dalam ingatan. Tugas belum juga usai, ditambah persoalan baru menambah daftar pekerjaan dan tanggung jawab yang harus diselesaikan tentu dengan menjadikan kepentingan masyarakat sebagai prioritas.

Penataan kota tetap dilakukan meski bersamaan dengan masa pandemi, diantara simpang siurnya protes sebagian masyarakat yang merasa tidak mendapatkan bantuan secara merata bagi masyarakat yang terdampak. Taman kota Kuningan tetap diteruskan penataan infrastruktur kota dengan harapan akan ada taman hijau multitual yang menjad lambang kemajuan kota Kuningan.

Angka yang menyatakan naik turunnya terkena Covid-19 begitu mengkhawatirkan, meski pernah diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar  (PSBB), tak juga mampu menghalau kekhawatiran apalagi menuntaskan persoalan yang ditimbulkan oleh virus ini.

Dunia pendidikan terguncang, proses belajar mengajar diberlakukan secara virtual tak mampu menjembatani maksimal. Rumah ibadah sepi jamaah meski tidak ditutup untuk pelaksanaannya.

Jerit itu juga dirasakan oleh semua pengusaha pariwisata, pengusaha hiburan, pedagang kecil, semua merasakan dampak limbungnya seluruh tatanan kehidupan. Tapi waktu tak berhenti disini.

Semua terus berjalan suka atau tidak, tegakkan langkah dan maju tanpa harus mengkhawatirkan akan masa depan, selagi ikhtiar dan kerja keras terus dilakukan. Kuningan teuskan bekerja, akan lebih baik jika mengutamakan pemerataan ekonomi masyarakatnya. Dengan adanya program UMKM bagi para pengusaha kecil menengah merupakan satu upaya yang bagus untuk menciptakan perekonomian mandiri bagi masyarakat.

Karena dengan perekonomian masyarakat yang stabil maka pemerintah bisa bekerja lebih baik dengan dukungan dan kerja sama dari masyarakat itu sendri. Pertanian tak kalah melebarkan terobosan-terobosan dengan memperkenalkan desa mandiri pangan dengan memberikan peluang pemberian bibit dan sosialisasi pemanfaatan lahan keluarga.

Lalu bagaimana dengan masyarakat sendiri, masihkah terpaku pada bantuan yang tetap tidak bisa merata. Mulailah menata semuanya dari diri sendiri, resolusi yang belum tercapai di 2020 mari kita wujudkan ditahun 2021 ini.

Keluarga Kartinikuningan mengucapkan Selamat Tahun Baru 2021 semoga Kita semua dan negeri ini mampu melewati setiap persoalan dengan damai, dan sebuah keberhasilan terbesar mampu kita ciptakan di 2021. (Vera Verawati)**

Facebook Comments

Comments are closed.