KARTINI – Sebanyak 2.400 pelaku usaha kecil di Kabupaten Kuningan mendapat bantuan pemulihan pergerakan ekonomi bagi yang terdampak Pandemi Covid-19.

Bupati Kuningan H.Acep Purnama meminta kepada pelaku usaha yang mendapat bantuan hibah tersebut jangan digunakan untuk kepentingan konsumsi sesaat, namun harus benar-benar bisa digunakan sebagai tambahan modal usaha.

“Sebesar apapun kalau uang itu untuk berfoya-foya pasti tidak akan ada hasilnya. Jadi bantuan ini harus benar-benar dipakai modal, jangan untuk konsumsi. Saya yakin, sekecil apapun modal, tapi kalau diniatkan untuk usaha, pasti akan ada untungnya,” ujar Bupati Acep dalam acara penyerahan bantuan hibah, Selasa (29/12), di Aula Diskopdagperin.

Kepala Dinas Koperasi Perdagangan Perindustrian (Diskopdagperin) Kuningan, Uu Kusmana menjelaskan, bantuan tersebut bersumber dari dana hibah APBD Kuningan sebesar Rp 3 milyar bagi para pelaku UKM/IKM, Rp 150 juta bantuan untuk identifikasi, verifikasi dan validasi bagi 2.400 pelaku usaha kecil, serta kegiatan pengembangan aneka usaha mikro jasa perdagangan sebesar Rp. 1, 25 milyar.

“Bantuan ini ditujukan untuk pemulihan pergerakan ekonomi, baik berupa bantuan uang maupun sarana prasarana. Diharapkan dengan disuntiknya permodalan, pendapatan para pelaku usaha kecil bisa meningkat,” ujar Kadiskopdagperin, Uu.

Mereka yang mendapat bantuan itu adalah pelaku usaha yang terkena dampak Covid-19. Ada beberap kategori penerima bantuan tersebut, diantaranya, kategori usaha kecil menengah berjumlah 400 orang dengan bantuan Rp 2,5 juta. Kategori pelaku pedagang mikro dengan suntikan Rp 1 juta sebanyak 500 orang.

Lalu kategori pedagang ultra mikro sebanyak seribu orang, masing-masing mendapat bantuan Rp 500 ribu. Kategori pelaku ekonomi kreatif sebanyak 400 orang masing-masing mendapat bantuan Rp 2 juta, dan kategori pelaku seni sebanyak 100 orang masing-masing mendapat suntikan Rp 2 juta.

Dalam penyalurannya, Pemkab bekerja sama dengan Bank Jabar Banten, bantuan itu langsung ditransfer ke rekening masing-masing penerima. Selain dari Pemkab, pada kesempatan itu, anggota legislatif juga banyak yang menyalurkan bantuan, terutama bantuan sarana dan prasarana.

Diharapkan dengan bantuan sarana prasarana, seperti alat pembuat kue dan makanan lainnya, bisa menumbuhkembangkan kreatifitas pengrajin, terutama ibu-ibu yang rajin membuat kue. (kh)***

Facebook Comments

Check Also

Akibat Pandemi Covid-19, Kondisi Perekonomian Kuningan Mengalami Tekanan Hebat

KARTINI – Kondisi perekonomian di Kabupaten Kuningan akibat Pandemi Covid-19 mengala…