KARTINI – Badan Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK) Kuningan mengaku dengan keterlibatan semua steakholder akan menekan penyebaran dan penyalahgunaan Narkotika.

“Dari 19 institusi/lingkungan yang turut berpartisipasi hanya 8 institusi yang di Monev dengan kategori sangat mandiri sebanyak 1 instansi/lingkungan, sedangkan yang berkategori mandiri hanya 7 instansi/lingkungan,” ujar Kepala BNN Kabupaten Kuningan, Edy Haryadi, didampingi Sekretaris, Agus, dan Para Kasie, saat jumpa pers capaian program selama tahun 2020, Selasa (22/12/2020).

Faktor keberhasilan dari indikator kinerja kegiatan ini adalah adanya kesamaan misi instansi dengan program P4GN BNN Kabupaten Kuningan dalam program kerja instansi tersebut.

Sedangkan pada seksi Pemberantasan, Edi menjelaskan, terdapat 2 sasaran yang telah dicapai antara lain Ungkap kasus dan Kegiatan Asesment Terpadu. Dari kedua sasaran tersebut masing-masing pencapaian telah mengungkap 2 kasus dengan 2 tersangka yang merupakan pecandu sekaligus pengedar narkoba dengan total barang bukti 2,45 gram sabu.

“Sementara untuk Program Desa Bersinar, terdapat 2 tersangka yang diputuskan rehabilitasi medis dengan TKP di Desa Ciawigebang, Jalaksana dan Cidahu. Ketiga desa ini merupakan desa rawan narkoba. Adapun barang bukti yang berhasil diamankan berupa obat-obatan daftar G yaitu Trihex dan Tramadol,” jelas Edi.

Ia merasa bangga karena dari semua hasil tangkapan tersebut merupakan berasal daru laporan masyarakat yang tentu saja dirahasiakan identitasnya. “Ini artinya, bahwa masyarakat setempat telah sadar dan tidak cuek dengan kondisi yang mengancam masa depan generasi muda warganya. Dan, hal ini juga merupakan buah dari keberhasilan Desa Bersinar dengan 3 desa tersebut,” imbuhnya.

Edi melanjutkan, untuk pencapaian kedua setelah ungkap kasus yaitu Kegiatan Asesment Terpadu. Dimana terdapat 13 laporan dengan 10 diantaranya merupakan permohonan dari penyidik Satuan Resor Narkoba, yaitu 9 orang laki-laki dan 1 orang perempuan. Sedangkan sisa 3 diantaranya merupakan permohonan penyidik BNNK Kuningan, yaitu 2 orang laki-laki dewasa dan 1 orang anak dibawah umur.

“Pada seksi Rehabilitasi terdapat 4 sasaran yang telah dicapai, antara lain Terselenggaranya pelayanan rehabilitasi narkoba pada fasilitas rehabilitasi instansi pemerintah yang memadai, Terselenggaranya pelayanan rehabilitasi narkoba pada fasilitas rehabilitasi komponen masyarakat yang memadai, dan Terselenggaranya Layanan Rehabilitasi Rawat Jalan di Klinik Pratama BNNK Kuningan serta Terselenggaranya Layanan Pasca Rehabilitasi Petugas Agen Pemulihan Prioritas Nasional (APPN),” ujar Edi.

Sedangkan pada seksi Pencegahan dan Pemberdayaan masyarakat terdapat 3 sasaran yang telah dicapai antara lain, Meningkatnya penyebarluasan informasi P4GN, Meningkatnya kebijakan institusi/lembaga yang responsif dalam penanganan permasalahan narkoba dan Terselenggaranya penguatan kapasitas pada instansi dan lingkungan masyarakat dalam upaya penanganan narkoba.

“Dari ketiga sasaran itu, ada yang paling membanggakan yaitu terselenggaranya penguatan kapasitas pada instansi dan lingkungan masyarakat dalam upaya penanganan narkoba. Dengan indikator yaitu jumlah instansi/lingkungan yang turut berpartisipasi dalam Program Pemberdayaan Anti Narkoba yang mencapai realisasi 237%,” ungkapnya. (kh/rleas)

Facebook Comments

Check Also

Kampung Dongeng Gelar Festival Hari Dongeng Nasional

KARTINI – Kebijakan untuk melonggarkan kegiatan di masyarakat, termasuk di lembaga p…