Hari Ibu Di Tahun Pandemi Diperingati Secara Sederhana

Virtualisasi Cinta Ibu Masa Pandemi
December 21, 2020
Pimpinan DPRD dan Nuzul Rachdy Diminta Ishlah dan Cabut Tuntutannya
December 23, 2020

Hari Ibu Di Tahun Pandemi Diperingati Secara Sederhana

KARTINI – Memperingati Hari Ibu ke 92 tahun 2020, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Kuningan, mengadakan serangkaian acara, salah satunya mengenang jasa pahlawan dengan upacara tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Cakrabuana, Cipiciung, Selasa (22 Desember 2020).

Hadir dalam acara tersebut Pelindung I GOW Kabupaten Kuningan Hj Ika Rachmatika, Pelindung II, Yoan M Ridho Suganda, serta perwakilan pengurus dari berbagai organisasi perempuan.

Ketua GOW Kabupaten Kuningan, Hj Rini Sujianti mengatakan di tengah pandemi covid-19 ini, acara memperingati hari ibu digelar secara sederhana, dengan protokol kesehatan yang ketat, mengingat angka terkonfirmasi covid-19 di Kuningan meningkat.

“Maka itu, kegiatan kami dibatasi sebanyak 50 orang saja tidak lebih, ini untuk mencegah adanya penyebaran Covid-19,”ujarnya.

Selain itu Hj. Rini menjelaskan peringatan Hari Ibu sebagai agenda tahunan, namun untuk berziarah ke TMP Cakrabuana baru kali ini dilakukan, sebab sebelum pandemi covid-19 GOW Kuningan, berziarah ke makam pejuangan wanita seperti RA Kartini, Dewi Sartika, juga makam pendiri GOW,”imbuhnya.

Usai upacara mengenang jasa para pahlawan, lanjut Hj. Rini, para pengurus GOW Kuningan pun bersilaturahmi ke rumah – rumah pendiri GOW Kuningan yang kini sudah berusia lanjut namun tetap eksis.

“Kita lanjutkan ke silaturahmi terhadap 10 perempuan pendiri GOW dan perempuan yang masih eksis di usia senjanya, salahsatunya Ibu Nunung,yang dulunya guru Bupati Kuningan H. Acep Purnama, usianya 70 tahun tapi masih eksis mengajar,”katanya.

Ia pun menuturkan saat pemberian kue ucapan selamat hari ibu kepada perempuan tangguh suasana berubah menjadi haru, tak kala Ibu Nunung menguraikan air matanya saat menerima kue itu.

“Jadi Bu Nunung dan yang lainnya mengenang masa mudanya saat membangun GOW dulu dan ia pun terharu dengan kedatangan Kami, bahwa Ia tidak sendiri,”tambahnya.

Kegiatan – kegiatan sosial pun terus dilakukan untuk memperingati Hari Ibu Nasional, diantaranya donor darah, upacara tabur bunga, dan pemberian sembako bagi perempuan tangguh yang telah menuju usia indah.

“Sebagai bentuk kepedulian Kami kepada perjuangan seorang ibu, untuk mereka yang tangguh di usia senjanya kami pun memberikan sembako di beberapa desa, “ujarnya.

Sedangkan profesi para ibu tangguh itu bermacam-macam, salahsatunya adalah pembelah batu. “Iya salahsatu ibu kuat dan tangguh yang berjuang untuk membesarkan anak-anaknya,”pungkas Hj. Rini. (Dien)**

Facebook Comments

Comments are closed.