IBU, ibu, ibu dipanggilan ke-empat barulah ayah, itulah yang diajarkan seorang inspirator dunia, Nabi Muhammad SAW. Begitu pentingnya peranan ibu bagi seluruh manusia dimuka bumi ini. Tanpa ibu apalah artinya kita. Berbagai istilah digunakan, seperti, ibu pertiwi, ibu negara, ibu kota dan masih banyak istilah lain dengan ibu didalamnya.

Adakah perbandingan yang setara dengan nilai seorang ibu, bahkan jika seluruh kekayaan yang dimiliki olehmu tetap tak mampu menukar pengorbanan seorang ibu. Sembilan bulan 10 hari membawamu dalam kandungan tanpa jeda untuk menunda, berbagi nyawa kehidupan, sesak ia tak hiraukan, berat iapun abaikan, lelah namun bibir tersenyum, sakit namun hati berkalang doa terbaik.

Terlahir diberi nama, berkatapun dalam bahasa ibu, pertahanan terbaik rela ibu berikan untuk kita selama 2  tahun dalam susuan, merangkak ia sabar, tertatih ia papah langkah kita, jatuh ia ajari untuk bangkit, menangis ia berikan pelukan terhangat. Ibu sosokmu sungguh tiada pengganti.

Pandemi tak menghalangi untuk mengungkapkan rasa terimakasih kita, jika tanggal 22 Desember orang-orang mengingatnya sebagai Hari Ibu di seluruh dunia, maka dihatiku setiap hari adalah hari ibu, disetiap doa hanya mampu kukirimkan Al-Fatihah untuk almarhumah ema.

Luangkan Waktu Untuk Ibu

Lalu bagaimana dengan sahabat, jarak dan waktu bukanlah penghalang, jika pandemi menjadi alasan tak bisa bertandang untuk memeluk ibu, maka luangkan waktu setiap harimu untuk bertanya.” Apa kabar ibu hari ini, adakah yang ibu butuhkan ?”.

Lalu ceritakan setiap hal baik yang kita lalui hari itu, usah beritahukan keburukan apapun, seperti halnya ibu yang menutupi setiap keburukan demi menyelamatkan perut-perut kita. “Makanlah nak, ibu sudah kenyang.” Sedang nyatanya ibu menahan lapar karena nasi dan lauk memang hanya cukup untuk kita.

Kita yang menjadi presiden, yang menjadi orang terkaya, yang menjadi akademisi terbaik, yang menjadi pengusaha tersukses, karena ibu kita menjadi. Miris jika semua kekayaan, kesuksesan, popularitas bahkan jabatan membuatmu lupa darimana kamu berasal, yakni rahim ibu.

Tak ada hadiah yang sebanding untuk kasihnya, tak ada kado terbaik pembungkus cintanya yang tak terukur. Sebuah pelukan, mengobati segala resah ibu, segala rindu ibu. Namun pandemi merenggut itu. Jadikan momen hari ibu kali ini menjadi momen yang tak terlupakan bagi ibu.

“Ibu, sungguh jarak bukan pembatas doa-doaku, waktu bukan penghalang rinduku, apa yang ibu butuhkan aku coba berikan yang terbaik semampuku, aku tahu bu, itu sungguh tak sebanding dengan setiap tetes cintamu. Maaf tak bisa mendekapmu nyata, maaf tak mampu bersimpuh dikakimu untuk sebuah restu. Meski lewat video call ini semoga ibu tak meragukan ketulusanku. Aku cinta ibu dan akan selalu mencintaimu.”

Rentangkan kedua tangan seolah sedang berhadapan saling mendekap dalam pelukan hangat ibu, manis bukan dan itu tak sulit untuk dilakukan. Jadi, sudahkah berkabar dengan ibu hari ini ?  Mari hadiahi cinta terbaik untuk ibu selagi masih ada waktu.

Selamat Hari ibu untuk seluruh ibu di dunia ini, semoga engkau tetap kuat dan terus menjadi inspirasi terhebat, Amin. (Teruntuk alm Ema). **
Oleh : Vera Verawati (22 Desember 2020)

Facebook Comments

Check Also

Tim Gabungan Sisir Tempat Wisata, dan Lakukan Tes Swab Antigen

KARTINI – Kunjungan wisatawan ke sejumlah objek wisata di Kabupaten Kuningan ternyat…