PEMILIHAN Kepala Daerah (Pilkada) serentak  di 270 daerah di Indonesia telah digelar. Sebuah paparan jelas saat kita menyaksikan bakal calon laki-laki dan perempuan berdiri sama tinggi. Hak dan kewajiban antara laki-laki dan perempuan sama secara hukum, meski tetap ada perbedaaan yang tidak bisa ditepis terutama oleh hukum agama dan hukum adat.

Perempuan oh perempuan, saat perjuangan Kartini yang memperjuangkan suara tentang persamaan hak antara laki-laki dan perempuan akhirnya menunjukkan hasil. Setelah sekian lama perempuan-perempuan berprestasi dengan berbagai inovasi di berbagai bidang mulai membuka mata dunia.

Pertajam mata, coba lihat sekitarmu, adakah pekerjaan yang tidak bisa dilakukan perempuan saat ini. Nyaris semua legalitas profesi perempuan dikerjakan dengan hasil lebih baik dari yang bisa dilakukan kaum adam.

Ketika sebagian perempuan masih menenun benang untuk menjadi kain sutra penghias raga pemberi kehormatan diri seorang pria. Sebagian lagi telah berjibaku dengan gaharnya kehidupan untuk arti sesungguhnya yakni bertahan hidup.

Dari seorang profesional seperti praktisi hukum, jaksa, polisi, pilot hingga ilmuwan. Dari petani, tukang ojek, ahli mekanik, hingga supir kendaraan baja sekalipun perempuan mampu mengerjakan tanpa cela. Karena perempuan saat bekerja melibatkan pikiran, akal, dan hati saling menunjang hingga menyeimbangkan ego dan emosi saat bekerja.

Terlepas dari semua itu eksistensi perempuan dalam keluarga jauh lebih penting, terkadang menuntut mereka harus mengorbankan banyak hal. Yang paling berharga adalah waktu bersama keluarga, menikmati setiap tumbuh kembang putra-putrinya.

Diantara keluarga, karir dan tuntutan oleh satu keadaan yang sulit, mencipta perempuan-perempuan perkasa. Gemulai tubuh dan jari jemari lentiknya tidak saja mampu menata rumah, memasak, bersolek. Tapi juga mampu merubah sebuah tatanan kehidupan suatu ruang lingkup satu lembaga hingga tatanan kenegaraan.

Mary McAleese, perempuan inspiratif yang mendunia karena peran penting sebagai Presiden Irlandia yang dianggap mampu mengembalikan kondisi perekonomian Irlandia kembali kondusif, Ruth Bader Ginsburg hakim wanita di Kejaksaan Tinggi Amerika Serikat. Sedangkan Indonesia sendiri selain R.A Kartini, saat ini memiliki banyak lagi perempuan luar biasa lainnya.

Bagaimana dengan anda, sudah waktunya tidak lagi mempersoalkan tentang perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Tapi tentang bagaimana mengukir prestasi dengan karya-karya luar biasa dibidangnya masing-masing. Tidak saja duduk sama rendah berdiri sama tinggi. Perempuan juga mampu menjadi bintang untuk keluarga dan sesama juga bangsa dan negara. (Vera Verawati)**

Facebook Comments

Check Also

KKI Neduci Cetak Kader Penulis Handal

KARTINI – Banyak cara untuk mengembangkan minat baca dan menulis, salah satunya gebr…