KARTINI – Meskipun dilakukan secara virtual, namun ribuan kader Barisan Ansor Serbaguna (Banser) tetap mengikuti Apel Kebangsaan penuh khidmat dan diikuti sejumlah provinsi di Indonesia.

Tidak ketinggalan kader Banser asal Kabupaten Kuningan, Apel tersebut dilaksanakan di Gedung PCNU Kuningan, dan ada 50 kader yang mengikuti.

“Merujuk SOP Apel Kebangsaan, setiap Pimpinan Cabang dibatasi maksimal hanya 50 kader, maka di Kuningan pun hanya 50 yang ikut apel. Semuanya mematuhi protokol kesehatan, semua memakai masker dan menjaga jarak,” ujar Kasatkorcab Banser PC GP Ansor Kuningan, DR.Wahyu Hidayah.

Dikatakannya, Ansor dan Banser sebagai barisan terdepan harus siap menggelorakan semangat juang persatuan dan kesatuan untuk ibu pertiwi dalam menjaga NKRI dan Ulama.

“Banser adalah pesantren kedisiplinan, penjaga ulama, dan NKRI yang telah ditempa menjadi pribadi yang cinta tanah air,” ujar Wahyu.

Apel Kebangsaan di Kuningan tersebut turut dihadiri oleh Bupati Kuningan Acep Purnama beserta Ketua PCNU Kab Kuningan KH Aam Amiruddin yang memberikan apresiasi atas diikutinya apel kebangsaan virtual ini.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas saat memberikan orasi virtual dipusatkan di Kabupaten Rembang pada Minggu (29/11/2020), yang disaksikan seluruh peserta di Indonesia mengatakan, apel secara virtual yang bisa melibatkan ribuan kader tentunya bisa menjadi cara baru bagi Ansor untuk tetap menjalankan kegiatan organisasi, meskipun dalam situasi pandemi COVID-19.

Sebanyak 6.410 kader yang mengikuti apel bertajuk “Apel Kebangsaan” tersebut, merupakan pasukan andalan Nahdlatul Ulama (NU) dan merupakan orang yang terpilih untuk mewakili 5 juta kader Banser di Pulau Jawa.

Ribuan peserta apel tersebut berasal dari wilayah Jawa Timur tercatat ada 2.150 anggota yang terlibat, Jateng sebanyak 1.800 kader, Daerah Istimewa Yogyakarta sebanyak 300 kader, Jawa Barat sebanyak 1.400 kader, DKI Jakarta sebanyak 350 kader dan Banten sebanyak 410 kader.

Dilatarbelakangi Perbedaan Agama dan Politik

Menurut Gus Yaqut, apel yang melibatkan kader inti GP Ansor tersebut sengaja digelar karena adanya perbedaan pandangan politik ataupun agama yang muncul akhir-akhir ini menyebabkan polarisasi di tengah masyarakat.

Ansor dan Banser tidak akan pernah mundur dan surut sedikit pun melawan kelompok-kelompok teroris seperti di Sigi. Sebab pihaknya meyakini bahwa bangsa Indonesia ini berdiri tegak karena atas kontribusi berbagai suku, agama, kelompok dan lain sebagainya.

“Atas dasar itu, upaya pemaksaan suatu kelompok atas kelompok tertentu sangat tidak bisa dibenarkan. Tidak boleh ada kesewenang-wenangan,” tandasnya.

Menanggapi arahan dalam Apel Kebangsaan tersebut, Aras, sapaan Ketua PC GP Ansor Kuningan menyatakan kader Ansor Kuningan menjadi barisan terdepan untuk menjaga keutuhan NKRI.

“Jika ada kelompok atau individu yang berdakwah melenceng dan memecah belah persatuan dan kesatuan maka Ansor dan Banser harus melawannya. Perlawanan tidak hanya secara fisik tetapi bisa juga dengan tidak mengikuti secara pemikiran dan gerakan,” tutur Aras. (kh)***

Facebook Comments

Check Also

Bersama Hujan Yang Selalu Datang Dipenghujung Sore

KUPANDANG dedaunan di dahan tinggi menjulang, hijau cerah daun hendak berbuah, putik mulai…