SEMUA orang pernah jatuh cinta, dengan berbagai kisah nan penuh romansa. Ada yang berakhir bahagia, ada yang berakhir sedih tak jarang meninggalkan luka hingga menangispun sebagai ungkapan segala rasa atas nama cinta.

Cinta memiliki sejuta makna dan pendeskripsian dari berbagai karakter. Ala Romeo dan Juliet, atau kisah sepatu kaca yang cintanya ditemukan karena sebuah sepatu yang tertinggal. Lalu dimanakah cinta yang kita temukan selama perjalanan hidup ini.

Dan atas nama cinta akhirnya jiwa berkeinginan memiliki dan menguasai, ungkapan cinta dengan berbagai cara bahkan membenarkan kekerasan sebagai ungkapan rasa cinta, begitu takutnya kehilangan cinta seseorang membatasi ruang gerak cinta, hingga cinta yang terlalu kuat terkadang malah menimbulkan luka yang teramat dalam.

Atas nama cinta seseorang rela menikahi cintanya demi memberi nama untuk janin yang bukan dibuahinya, atas nama cinta jabatan dan harta digadaikan, atas nama cinta itik buruk rupa akhirnya menjadi putri cantik nan jelita.

Namun atas nama cinta ada yang rela kehilangan keluarga, atas nama cinta rela mati demi sebuah pembuktian kesetiaan. Cinta bis membuat seseorang lebih bersinar tapi juga cinta bisa membuat semua kesuksesan yang dibangun ambyar dalam kejapan mata.

Yang mana yang ingin kau pilih ?

Bersama cinta hidupmu menjadi lebih baik, lebih berwarna, lebih bahagia. Atau atas nama cinta kau kehilangan ketulusan keluarga, kau kehilangan kesempatan menggapai cita-cita, kau kehilangan hidup yang hanya sesaat saja.

Mari mencintai atas nama cinta dengan penerimaan segala kekurangan, tanpa menggenggam terlalu kuat agar tak terluka kemudian terlepas. Karena sejatinya cinta tak ada alasan untuk sebuah rasa cinta tak ada timbal balik untuk cinta.

Tak ada nilai untuk cinta selain ketulusan. Dengan terus menjaganya, terus memupuknya, terus mendoakannya. Memberi yang terbaik yang bisa kita berikan untuk cinta itu sendiri. Karena cinta bukan paksaan, bukan pengorbanan, bukan pula penghianatan.

Ungkapkan saja jika cinta itu telah ada, jangan memaksa jika cinta hanya sepihak, karena cinta datang dan pergi, ada dan tiada, kekalnya rasa cinta hanya hati yang tahu. Kepada Sang Maha Pemilik Cinta Yang Agung, semoga hati setiap manusia dipenuhi cinta yang tulus yang tiada awal dan tiada akhir, yang tiada sebab dan akibat, yang tiada karma. Yang tiada benci, yang tiada dendam. Dan yang ada hanya doa dan saling mendoakan, amin.**

Oleh : Vera Verawati

Facebook Comments

Check Also

KKI Neduci Cetak Kader Penulis Handal

KARTINI – Banyak cara untuk mengembangkan minat baca dan menulis, salah satunya gebr…