KARTINI – Selama Pandemi Covid-19, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak terus meningkat, sehingga diperlukan edukasi yang masif dari semua steakholder supaya kekerasan bisa diminimalisir.

Demikian hal yang terungkap dalam Pendidikan Publik yang diselenggarakan
Pengurus Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Putri Kuningan, selama beberapa hari.

Nara sumber yang menyatakan hal tersebut diantaranya Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kuningan IPDA Suhandi,  Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada DKBP3A Kuningan, Any Saptarini, SH.,dan Hj. Ika Acep Purnama Selaku Ketua Pusat Pembelajaran Keluarga.

Ketua Korps PMII Putri (Kopri) Kuningan, Okky Ayu, Minggu (29/11/2020), kepada http://kartinikuningan.net menyampaikan, kasus kekerasan terhadap perempun dan anak dalam bentuk apapun baik kekerasan fisik, psikis, dan seksual adalah tindakan yang tidak bisa di toleransi.

“Kopri sebagai organisasi gerakan perempuan PMII yang merupakan bagian dari masyarakat merasa penting untuk melakukan gerak kolektif dalam pencegahan dan penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Kuningan,” katanya.

Dalam Hari Lahir Korps PMII Putri yang ke-53 tahun, juga bertepatan dengan 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (16 HAKTP) yang diperingati dalam rentang waktu 25 November hingga 10 Desember. Kopri Kuningan menggelar Pendidikan Publik Kesehatan Reproduksi pada 29 November 2020 di Pondok Pesantren Darul Huda Purwasari.

Pendidikan Publik tentang kesehatan reproduksi merupakan salah satu tindakan preventif untuk terus dikampanyekan dalam upaya mencegah terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Kuningan. Pendidikan Publik ini dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Pendidikan publik kesehatan reproduksi  yang dilakukan oleh Kopri PMII Kuningan merupakan upaya penyadaran kolektif tentang membangun kesadaran bersama pentingnya kesehatan reproduksi, yang tidak hanya membahas tentang anatomi alat reproduksi manusia. Tetapi menyoal juga tentang hak-hak reproduksi diantaranya hak mendapatkan informasi dan hak mendapatkan pendidikan tentang kesehatan reproduksi,” paparnya.

Sementara itu, menurut Ketua PC PMII Kuningan, M Dzikri, dalam rangkaian kegiatan yang diadakan oleh Kopri menjadi salah satu solusi atas segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak. PMII akan senantiasa hadir dan berkontribusi terhadap Kabupaten Kuningan dalam segala bidang, sesuai dengan penggalan mars ‘kita ilmu dan bakti kuberikan, adil dan makmur kuperjuangkan’.

Kopri mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengambil peran dalam upaya pencegahan dan penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kuningan melalui tindakan preventif atau kuratif.  Stop Kekerasan Terhadap Perempuan!! (kh)***

Facebook Comments

Check Also

Bersama Hujan Yang Selalu Datang Dipenghujung Sore

KUPANDANG dedaunan di dahan tinggi menjulang, hijau cerah daun hendak berbuah, putik mulai…