KARTINI – PBNU bekerjasama dengan BPKHRI membangun Masjid An-Nahdoh dan Ground Breaking Ponpes An-Nahdiyah Desa Padamulya Kecamatan Maleber Kuningan, yang diresmikan pada Minggu (22/11/2020), oleh Ketua PBNU, Prof.K.H.Aqil Siradj.

Ketua PBNU Prof.K.H.Aqil Siradj, MA., juga menandatangani prasasti Masjid dan Ponpes yang nampak megah tersebut.

Menurut laporan yang disampaikan oleh Ketua Pelaksana, KH. Abdul Mannan Ghani, melalui SK PBNU, wakaf pembangunan pesantren terlaksana dengan luas 5 hektare, dan sejak Bulan November 2019 mulai dibangun pesantren.

“Masjid dan seluruh lingkungan ini nilai keseluruhannya adalah 3,1 miliar, terdiri dari bangunan masjid seluas 605 meter persegi, rumah pengasuh seluas 196 meter persegi dan pembuatan jalan lingkungan masjid sepanjang 735 meter persegi, dan pembuatan pagar. terimakasih kepada wakif, Bank BNI, BRI, BJB, Mandiri dan Telkom yang sudah membantu pembangunan ini.” ujarnya.

PBNU berkolaborasi dengan BPKH RI dalam membangun asrama. hal tersebut sesuai dengan amanat UU dengan 3 tujuan yaitu untuk meningkatkan kualitas penyelenggara ibadah haji, rasionalitas dan efisiensi, dan meningkatkan manfaat kemaslahatan umat islam. kegiatan BPKH RI diantaranya pendidikan dan dakwah, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, pembangunan srpras keagamaan, sosial keagamaan dan kesehatan.

“Pembangunan asrama masuk kedalam pendidikan dan dakwah. pembangunan masjid masuk ke sapras keagamaan. kolaborasi ini merupakan mitra yang sangat strategis. semoga dapat bermanfaat dan istiqomah,” unar Ketua BPKH RI, Prof. Dr. Anggito Abimanyu.

Dalam kesempatan ini, Bupati Kuningan H.Acep Purnama berharap masjid An-Nahdloh akan dapat memancarkan cahaya Islam, menyebarkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan, serta persaudaraan dan kerukunan ummat dapat dijadikan sebagai sarana pemberdayaan dan menggali potensi keumatan.

“Melalui pembangunan masjid ini saya harap akan muncul berbagai pemikiran, konsep maupun langkah konkret dalam mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi ummat Islam. Kita juga berharap agar kita bersama-sama dapat memakmurkan masjid ini dan menjadikannya sebagai pusat kebudayaan dan pengkajian ajaran islam.” Ujar Bupati.

Ketua PCNU Kab.Kuningan, KH. Aminudin, menyampaikan, PCNU mendapat 500 meter persegi tanah dari Bupati Kuningan, yaitu sebelah barat terminal ancaran. Ia berharap mudah-mudahan ke depannya pembangunan Gedung Terpadu NU yang direncanakan oleh PCNU dapat terlaksana. Ia juga berharap dengan dibangunnya masjid, Kuningan akan menjadi sental pendidikan ulama.

“Alhamdulillah hari ini telah selesai pembangunan masjid. semoga apa yang diberikan oleh PBNU melalui kebijakannya. hari ini akan diletakan batu pertama asrama pondok pesantren yang inshaallah akan menjadi ponpes islam nusantara. Saya harap Kuningan menjadi sentral pendidikan Ulama yang bisa memberikan pencerahan pada umat,” ujarnya.

Pengembangan agama dan keberagamaan di Kabupaten Kuningan harus terus dipacu dan diperdayakan, keberadaan Pondok Pesantren, madrasah dan majelis taklim telah banyak mewarnai dan memberikan kekhasan tersendiri bagi kemajuan Kabupaten Kuningan. (kh)***

Facebook Comments

Check Also

Bersama Hujan Yang Selalu Datang Dipenghujung Sore

KUPANDANG dedaunan di dahan tinggi menjulang, hijau cerah daun hendak berbuah, putik mulai…