Siapa Pilihan Bupati Untuk Diskominfo?, Yang Ahli IT-kah? Atau Yang Hanya Lihai Berkomunikasi?

Danrem 063/SGJ Ajak Masyarakat Gunakan BIOS 44 Untuk Manfaatkan Lahan Kosong
November 6, 2020
Panawuan Akan Sulap Sungai dan Sawah Jadi Wahana Wisata
November 7, 2020

Siapa Pilihan Bupati Untuk Diskominfo?, Yang Ahli IT-kah? Atau Yang Hanya Lihai Berkomunikasi?

KARTINI – Salah satu SKPD yang kini tengah dilelang jabatannya yaitu Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo), siapa yang akan menduduki jabatan tersebut?

Apakah bupati akan memilih pejabat yang punya pengalaman kehumasan?, lihai dalam berkomunikasi?, mampu berkoordinasi lintas organisasi?, mampu mengendalikan teamwork? atau memang greget untuk memajukan tekhnologi, terutama mengembangkan program unggulan smart city yang masih seumur jagung.

“Jangan koordinasinya hanya di internal saja, atau tidak mau bekerja tim, ya itu bukan seorang pemimpin. Tapi harus yang bisa berinovasi, berkolaborasi dan berkoordinasi antar personal, koordinasi antar dinas dan koordinasi lintas, itu adalah suatu kewajiban seorang pimpinan,” ujar Bupati Kuningan H.Acep Purnama, saat diwawancara http://kartinikuningan.net , beberapa waktu lalu.

Keinginan bupati itu sendiri segaris dengan program Smart City yang kini tengah diseriusi oleh Diskominfo, dan masih dibilang masa transisi. Smart City nantinya akan sangat menunjang dalam mewujudkan visi daerah setempat untuk menjadi daerah yang lebih maju lagi.

Dengan adanya smart city sangat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam berbagai urusan dan mengefisienkan pelaksanaan kerja berbagai SKPD, termasuk dalam menunjang kemajuan dan perkembangan daerah baik dalam bidang pelayanan, penataan administrasi, maupun koneksi antar SKPD dalam suatu kegiatan atau program.

Smart City adalah sebuah kota yang instrumennya saling berhubungan dan berfungsi cerdas. Smart City adalah sebuah konsep kota cerdas/pintar yang membantu masyarakat yang berada di dalamnya dengan mengelola sumber daya yang ada dengan efisien dan memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat/lembaga dalam melakukan kegiatannya atau pun mengantisipasi kejadian yang tak terduga sebelumnya.

Konsep tersebut adalah sebuah sistem tekhnologi yang tidak hanya diaplikasikan dalam sebuah teori, tapi harus mampu dipraktekkan menjadi pelayanan komunikasi verbal yang maksimal kepada masyarakat.

Hanya tiga kandidat yang melamar jabatan tinggi Pratama tersebut. Mereka adalah, DR.Wahyu Hidayah (mantan Kabag Prtokol Setda), H.Mohammad Mutoffid, MT., (Kabid Infrastruktur Tekhnologi Informasi dan Komunikasi pada Diskominfo), dan Rizki Subagja, M.Sc., M.Eng (salah satu Kabid di Bappeda).

Ke-tiganya dipastikan melenggang masuk tiga besar. Tinggal kepekaan dan keinginan bupati dalam menjatuhkan pilihannya. Kriteria untuk memajukan Kuningan melalui smart city sudah dipaparkan diatas. ” Yang pasti yang ikut open bidding adalah mereka yang hebat dan baik, tinggal memilih yang terbaik. Nanti aja lihat,” tandasnya.

Sedangkan jumlah keseluruhan yang ikut open bidding ada sebanyak 29 untuk 6 SKPD, diantaranya Disdukcapil 3 orang, Diskominfo 3 orang, Kesbangpol 7 orang, Dinas UKM, Koperindag 4 orang, Kantor Satpol PP 6 orang dan Staf Ahli Keuangan dan Pembangunan 6 orang. (kh)***

Facebook Comments

Comments are closed.