KARTINI – Sebagai daerah penyangga wisata, Desa Panawuan Kec. Cigandamekar akan menjadikan lahan-lahan potensinya menjadi sebuah wahana wisata yang menarik.

Kepala Desa Panawuan Adhe Saenudin didampingi Ketua Pokdarwis, Suprapto, kepada http://kartinikuningan.net, Jumat (6/11/2020), menuturkan, ada beberapa lokasi yang kini sedang dipersiapkan sebagai tahapan rencana objek wisata hingga 3 tahun kedepan, karena ternyata Panawuan sendiri memiliki lahan sekitar 5 sampai 10 hektar yang siap disulap menjadi wahana wisata eksotis.

“Hari ini ada normalisasi Sungai Cihambar yang melibatkan ratusan warga bergotong royong membersihkan sungai tersebut. Rencananya, bantaran sungai ini akan dijadikan joging track para wisatawan, dan Alhamdulillah kegiatan normalisasi sungai dihadiri Pak Bupati, dan beliau sangat apresiatif atas rencana wisata ini,” ujar Kades Adhe.

Kenapa joging tracknya sendiri di bantaran sungai?, menurut Adhe, jika joging tracknya di jalan itu adalah hal yang biasa, tetapi jika joging track di sungai justru akan membuat penasaran wisatawan, apalagi dengan ber-joging track di sungai akan membuat pikiran lebih fresh dengan udara yang segar, dipadu pemandangan dan gemercik air sungai yang membuat wisatawan betah.

“Makanya kami ingin Sungai Cihambar ini menjadi sungai yang terbersih di Kuningan. Memang butuh kerja ekstra dalam mewujudkannya, apalagi Panawuan hanya kebagian limbahnya saja, tapi tidak ada yang tidak mungkin selagi semua warganya kompak untuk menjadikan sungai bersih dan sebagai tempat wisata,” papar Adhe.

Tradisi ‘Ngabedahkeun Balong’

Ditambahkan Suprapto, tidak sekedar joging track di sungai, Pokdarwis pun mendukung wisata ‘pesona goes’ yang berlokasi di belakang Hotel Prima. Tempat bersepeda tersebut akan dipoles menjadi satu kawasan yang menarik, sejuk, bersih, serta ditebing tembok pembatas Hotel Prima akan dijadikan tempat ratusan macam bunga rampai.

Selain joging track dan pesone goes, adanya Setu Janggala tetap akan dilestarikan bahkan akan terus dikembangkan menjadi wisata keluarga, tradisi ‘ngabedahkeun balong/setu’ (panen ikan) sebagai agenda rutin tahunan dan kearifan lokal untuk daya tarik wisata akan tetap dipelihara.

Lokasi Pesona Goes dan Joging Track

Ketika ditanya pihak yang akan mengembangkan lahan wisata tersebut, Kades Adhe menjelaskan, jika itu semua akan dikelola oleh pihak desa (mandiri). “Karena saya yakin dengan SDM yang dimiliki Panawuan, bisa mengembangkannya sendiri, kendati memang butuh kesabaran, kekompakan dan kreatifitas supaya rencana untuk memajukan desa wisata ini bisa benar-benar terwujud,” katanya.

Jika wisata di Panawuan tersebut bisa terwujud, maka sektor ekonomi pun akan tumbuh, terutama sektor ekonomi rakyat Panawuan. Karena pola wisatanya dengan sistem ekonomi dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat. “Masyarakat sudah setuju, tinggal edukasi wisatanya yakni rasa memiliki wisata, semua masyarakat harus pola, prilaku dan kreatifitasnya untuk wisata. Ulah pahare-hare,” tandasnya. (kh)***






Facebook Comments

Check Also

Akibat Pandemi Covid-19, Kondisi Perekonomian Kuningan Mengalami Tekanan Hebat

KARTINI – Kondisi perekonomian di Kabupaten Kuningan akibat Pandemi Covid-19 mengala…