Ketua PWI Kuningan Tersinggung Atas Ucapan ‘Salah Ketik’ nya Abdul Jabbar

OJK Datangi FE UNIKU
November 4, 2020
Kemensos Kucurkan Bantuan Ratusan Juta Rupiah Untuk Kabupaten Kuningan
November 4, 2020

Ketua PWI Kuningan Tersinggung Atas Ucapan ‘Salah Ketik’ nya Abdul Jabbar

KARTINI – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kuningan, Iyan Irwandi, S.IP., menyayangkan pernyataan yang dilontarkan seorang Advokat Abdul Jabar di salah satu media massa yang menyudutkan kalangan wartawan karena selaku narasumber, dinilai tidak profesional.

Semestinya, ketika salah, harus mengakui kesalahannya. Jangan sampai malah melemparkan tanggung jawab kepada wartawan yang selama ini gencar menginformasikan perkembanganan permasalahan kasus diksi limbah yang ditangani Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kuningan.

Pasalnya, ketika wartawan melakukan sesi wawancara cegat, mereka tidak hanya mengandalkan tulisan di kertas saja. Namun rekaman suara dan juga video pernyataan bahwa yang bersangkutan mengatasnamakan sebagai ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Nahdatul Ulama (NU) Kabupaten Kuningan.

Untuk itu, kawan-kawan wartawan yang sebagian besar telah lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan mengacu pada Poin 2 Kode Etik Jurnalistik (Wartawan Indonesia menempuh cara-cara yang profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik), maka menulis jabatan sesuai yang disampaikan oleh Advokat Abdul Jabar.

Ironisnya, ketika Ketua Pimpinan Cabang (PC) NU Kabupaten Kuningan, K.H. Aminuddin mengklarifikasi bahwa Advokat Abdul Jabar bukanlah anggota, apalagi ketua LBH NU Kabupaten Kuningan, ia malah berkelit bahwa memang sebagai relawan advokat saja dan yang salah adalah wartawan ketika mengetik pemberitaannya.

“Kalau wartawan yang salah mengetik beritanya, coba buktikan. Tapi harus diketahui, mereka memiliki rekaman video penyataan Kang Abdul Jabar. Jadi, ketika salah, ya harus minta maaf. Jangan seenaknya menyudutkan wartawan karena mereka juga bakal tersinggung. Kita harus saling menghargai profesi masing-masing,” tandasnya.

Terkait konflik penanganan antara BK DPRD dengan ketua DPRD, Iyan tidak mau ikut campur karena bukan ranahnya. Sedangkan wartawan harus bersikap independen dengan menghasilkan berita yang akurat, berimbang dan tidak beritikad buruk sesuai Poin 1 Kode Etik Jurnalistik. (kh)***

Facebook Comments

Comments are closed.