KARTINI – Putusan Badan Kehormatan (BK) DPRD yang menjatuhkan sanksi sedang kepada Nuzul Rachdy dengan diberhentikannya dari Ketua DPRD atas pelanggaran kode etik, ditanggapi biasa saja oleh Nuzul Rachdy.

Sejak awal dimulainya proses penyidikan terhadap kasus ‘diksi limbah’ yang dilontarkan Nuzul Rachdy dalam wawancara di Channel you tube, pihaknya sudah mengetahui bahwa target sangsi tersebut sudah direncanakan sejak awal

“Sejak awal ketua BK Dr. Toto Taufiqurohman menyampaikan statmen di depan masa aksi, bahwa pihaknya akan menurunkan Nuzul, bahkan menjamin kalau Zul tidak turun dirinya sendiri yang akan turun, sudah menjustifikasi bahwa Nuzul sudah bersalah, padahal pemeriksaan belum dilakukan,” ujar Nuzul Rachdy yang diwawancara lewat telepon, Senin (2/11/2020), malam.

Target penjatuhan Nuzul oleh BK diperkuat kembali oleh Wakil Ketua BK, Purnama, bahwa tanggal 2 November akan ada sejarah baru bahwa Zul akan turun.

“Saya baru melihat sebuah peradilan yang menangani satu perkara, berjalan seperti kejar tayang dan kejar target, padahal yang mengadukan menurut keterangan BK sendiri ada 70 an. Pertanyaannya sejauh mana para pengadu tersebut di verifikasi secara benar sesuai dengan tata cara beracara sebelum persidang dimulai,” katanya.

Fakta persidanganpun tidak dijadikan dasar oleh BK dalam memutus perkara, yang dijadikan pertimbangan hanya keterangan saksi yang mendengar potongan video yang entah dari mana video itu didapatkan alias bukan saksi mata.Karena menurutnya yang disebut saksi fakta adalah saksi yang mendengarkan langsung, merasakan dan melihat dari suatu kejadian perkara. (kh)***

Facebook Comments

Check Also

Naiklah Tinggi Tanpa Menjatuhkan…….

“Naiklah tinggi tanpa menjatuhkan teman mu, bahagialah tanpa menyakiti teman mu̶…