Ayo Selamatkan Pengguna dan Tangkap Pengedarnya

Keunggulan Edamame Dorong Cipancur Bersaing di P2WKSS
October 14, 2020
DR.Anna dan DR.Haris Minati Bacarek Uniku
October 16, 2020

Ayo Selamatkan Pengguna dan Tangkap Pengedarnya

KARTINI – Peredaran narkotika di Indonesia termasuk di Kabupaten Kuningan semakin mengkhawatirkan, terlebih selama Pandemi Covid-19, berbagai cara dilakukan untuk menyelundupkan barang haram tersebut.

“Ini adalah tugas kita semua untuk mencegah dan memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Dari mulai keluarga untuk lebih ketat mengawasi anak-anaknya, terutama dalam pergaulan, juga kepedulian kita untuk menegur, dan mengingatkan saudara ataupun tetangga ketika mengetahui ada pengguna,” ujar Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kuningan, Edi Heryadi, M.Si., saat membuka acara Pengembangan Kapasitas Penggiat Anti Narkoba di Lingkungan Dunia Usaha/Swasta, Kamis (15/10/2020), di Prima Resort.

Edi mengajak kepada semua steakholder untuk serius dalam pemberantasan dan pencegahannya. Saat menemui ada yang terpapar, jangan dikucilkan dan jangan secara emosional dalam menyadarkannya, tetapi ajaklah bicara secara baik-baik dari hati ke hati dan ajaklah untuk mau diobati dan direhab.

Poin selanjutnya untuk bisa memberantas bandar. Akan tetapi nampaknya perlu keberanian dari pihak penegak hukum dalam menangkap para bandar narkoba tersebut. Penyelundupan semakin hebat ke negara Indonesia, dan tantangan harga yang lebih mahal dibanding di negara lain memicu bandar terus mencari mangsa di NKRI.

Khusus untuk Kuningan, jenis narkoba domain jenis shabu dan ganja. Dari mulai pegawai swasta, ASN dan lainnya sudah ada yang tertangkap. Hampir setiap bulan pihak penegak hukum menangkap pengguna dan pengedar narkoba.

Bagaimana jika yang tidak terpapar?, ternyata mereka pun butuh edukasi dan penggiat untuk menawarkan kepada lainnya tentang bahaya narkoba. “Ayo kita tangani mereka yang tidak terpapar dengan KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi). Mari ajak mereka untuk menjauhi dari narkoba, niatkan ibadah untuk bisa menyelamtkan Kuningan,” ajak Edi.

Sementara itu, Penggiat Anti Narkoba di Kabupaten Kuningan sendiri diambil dari sejumlah elemen masyarakat, seperti organisasi profesi (PWI), Perusahaan Umum Daerah (PDAM, PDAU), pengelola wisata, dan lembaga pendidikan. Mereka direkrut BNN sebagai tenaga sukarela untuk mensosialisasikan anti narkoba (penggiat).

“Ini adalah sebagai salah satu langkah mendukung Pemkab Kuningan dalam upaya untuk menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba,” tambah Edi.

Prinsip kerja Penggiat Anti Narkoba sendiri yaitu (Kerja Ikhlas, Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Berintegritas dan Kerja Tuntas). (kh)***

Facebook Comments

Comments are closed.