Terkait ‘Diksi Limbah’, Puluhan Ormas Dukung HK Tempuh Jalur Hukum

TNI Ciwaru Bantu Warga Bangun Jalan Penghubung Cilebak
October 7, 2020
Angga Uniku Juara Microteaching Nasional
October 14, 2020

Terkait ‘Diksi Limbah’, Puluhan Ormas Dukung HK Tempuh Jalur Hukum

KARTINI – Ratusan massa dari berbagai organisasi masyarakat, LSM dan elemen lainnya mengecam keras pernyataan diksi ‘limbah’ yang dilontarkan Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdy, dan akan mengawal Badan Kehormatan (BK) dalam proses pelanggaran kode etik tersebut.

“Selain mengawal BK untuk tegas dalam proses tindakan pelanggaran kode etik ini, Kami juga mendorong dan mendukung Husnul Khotimah (HK) untuk melakukan proses hukum, karena BK hanya sebatas memberikan sangsi, tidak melalui jalur hukum. Untuk itu, Husnul Khotimah berhak untuk menuntutnya secara hukum,” ujar Ikhsan Marzuki, Koordinator Lapangan saat aksi unjuk rasa di halaman gedung DPRD, Rabu (7/10/2020).

Dari pantauan di lapangan, ada sebanyak 73 elemen yang menggabungkan diri secara spontan atas kecaman tersebut. Aksi tersebut, dikatakannya, murni aksi ummat, bukan aksi yang ditunggangi kepentingan untuk menyerang partai tertentu.

Mereka secara sadar diri merasa tersinggung dengan lontaran kalimat Ketua DPRD yang juga Sekretaris DPC PDIP Kuningan. Dimana diksi limbah dilontarkan kepada Husnul Khotimah, dan para santri se-Kuningan, malah secara nasional mengecam kalimat tersebut.

Meskipun sudah meminta maaf dihadapan media massa, pada Senin ((5/10/2020), namun diksi ‘limbah’ masih tidak diterima kalangan masyarakat, terutama para santri dan alumni Husnul Khotimah.

Ia mengungkapkan, pernyataan bahwa jangan sampai Husnul Khotimah membawa limbah, dipengaruhi karena sebelumnya sejumlah warga Desa Manis Kidul mengadu kepada dirinya.

“Namun saya tidak mau mengkambinghitamkan pihak lain. Pastinya ucapan tersebut tidak bermaksud untuk menuduh atau melecehkan,“ katanya.

Bahkan ia  mendesak supaya Pemerintah Kabupaten Kuningan bersama dengan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 melakukan langkah-langkah strategis untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona. Karena santri yang terpapar cukup banyak, sehingga harus optimal dalam penanganannya.

 “Apabila diksi limbah mengganggu kenyamanan Husnul Khotimah beserta ikatan alumni santrinya serta organisasi kemasyarakatan lainnya, maka dengan kerendahan hati, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya,” ucapnya.

Nuzul Rachdy mengatakan, dirinya tidak akan menghalangi jika pihak Ponpes Husnul Khotimah menempuh jalur hukum akibat tidak terima  dengan pernyataan dirinya itu. Karena hal tersebut merupakan hak warga untuk meluruskan setiap persoalan. “Namun saya tetap bakal berupaya melakukan tabayun,” tandasnya.

Akan tetapi, setelah permintaan maaf itu malah tidak menyurutkan sejumlah masyarakat untuk terjun menggelar aksi dan mengecam diksi ‘limbah’, pada Rabu (7/10/2020).

Mereka yang ikut aksi tersebut diantaranya, APIK (Aliansi Persaudaraan Islam Kuningan), BIMA SUCI, FPI (Front Pembela Islam), GARDAH (Pagar Aqidah), MPC Pemuda Pancasila, Markas LMPI, BNC (Biker’s Ngaji Community), Indonesia Pemuda Panca Dharma, Parmusi, Gerakan Kita, dan sejumlah elemen lainnya.

Lalu dari Ponpes Binaul Ummah, Nurul Huda, Ciwedus, Madinatun Najah, Daarul Qoshidin, Al-Kamal, El-‘Azam, Syamsul Huda, Majelis Hidayatul Fataa, Majelis Al-Falaah, dan Ponpes serta Majelis lainnya. (kh)***

Facebook Comments

Comments are closed.