KARTINI – Bagi yang rindu akan suara empuk dari artis Dangdut Ega Noviantika, finali ajang pencarian Bakat D Academy 2 asal Kuningan, kini bisa mendengarkan suara khasnya Ega dalam single Titah Guru.

Di single “Titah Guru”, Ega nyanyi bersama suaminya Rafli yang juga jebolan D Academy3. “Saya bangga sekali bisa menyanyikan lagu Titah Guru, semoga Bima Suci bisa terus sukses,”ungkap Ega dalam launching album Sang Purusa.

Album Sang Purusa, sendiri merupakan album musik nusantara, yang aransemen musiknya diisi oleh Rudi Jati, Salaka Etnic dengan komposer Nana Mulyana Latif.

“Nama Sang Purusa, sendiri adalah sumber / pusat ilmu, yang di dalam pewayangan Sang Purusa dilambangkan dengan Brahma atau lebih dikenal di Pasundan dengan nama Dewa Guru (gurunya para dewa),”tutur Nana, saat ditanya penggunaan nama judul single Sang Purusa.

Atas dasar itulah, lanjut Nana, Sang Purusa berada dipuncak yang tinggi atau sering dikenal dengan Kerajaan atas langit , sehingga Ia menuangkan kalimat yang berbunyi Sang Purusa Ciremai Tetengger Nagri.

Dalam album Sang Purusa berisi delapan lagu, yang memiliki warna musik nusantara namun keindahan citra musik pop khas tatar sunda tetap kental di dalamnya, keindahan harmonisasi aransemen yang dibuat oleh Rudi Jati & Purwa Salaka Etnic, membuat terhanyut para penikmat musik.

Dalam album Sang Purusa, Nana menyiratkan pesan bahwa hidup adalah suatu proses yang terus menerus berjalan menuju sumbernya yaitu Sang Pencipta.
“Kemudian kecintaan dan kebanggaan kepada tanah kelahiran di saya tuliskan dalam lagu berjudul Dangiangna Lembur Kuring, yang menyimak makna cerita orang tua kita dulu bahwa Kuningan merupakan wilayah yang dipakai pusat penempaan ilmu, kesaktian dan aji diri,”terangnya.

Karena dahulu, sambung Nana, Kabupaten Kuningan selalu dipakai rujukan untuk mencapai puncak kemenangan, silsilah anak cicit dari tokoh sentral pra sejarah.
“Dan hal itu sebagai pusat rujukan ilmu penghambaan kepada hyang widi saya yang saya lukiskan melalui lagu Sekeseler seuweu Krama, dalam cerita babad cirebon ketika pasukan kuda-kuda kecil warna putih turun dari ciremai maka membuat lawan gemetar ketakutan saya coba memasukan,”pungkasnya. (Dien)**

Facebook Comments

Check Also

Bersama Hujan Yang Selalu Datang Dipenghujung Sore

KUPANDANG dedaunan di dahan tinggi menjulang, hijau cerah daun hendak berbuah, putik mulai…