KARTINI –  Globalisasi menggiring digitalistic tanpa filter pada generasi saat ini. Anak-anak yang tumbuh dan berkembang sekarang memiliki tantangan yang sangat berat untuk tidak terkontaminaasi dari semua itu.

Dari hasil resume http://kartinikuningan.net Anak-anak sekarang berkembang menjadi karakter apatis dengan sekitar, mengabaikan etika dan moralitas. Bertubi-tubi dikejutkan oleh bertebaran video amoral yang dilakukan anak usia sekolah. Baik dari tingkat dasar hingga jenjang menengah umum.

Prilaku anak sekarang dianggap wajar ketika mereka terlihat emosional, sulit diatur, berani memperlakukan orang tua atau yang lebih tua dengan kasar. Sesungguhnya setiap tindakan anak yang telah melampaui batas kewajaran harus segera diwaspadai.  Gangguan prilaku pada anak bisa terlihat sejak usia sekolah. Tapi pada beberapa kasus juga ditemukan pada anak usia balita.

Anak yang memiliki gangguan prilaku memiliki beberapa ciri dan kebiasaan yaitu mudah marah dan sulit mengontrol emosi, impulsif, melakukan kekerasan fisik atau ferbal, sering berbuat onar termasuk berkelahi atau bullying, merusak barang saat marah, membantah dan melawan orang tua, berbohong, mencuri, malas belajar, sering bolos, dan lain-lain. Dan pada beberapa kasus anak dengan gangguan prilaku bahkan bisa melakukan tindak asusila berupa pelecehan seksual atau melakukan seks bebas.

Adapun faktor penyebab terjadinya gangguan prilaku pada anak diantaranya :

a. Kondisi medis tertentu yang diakibatkan pola hidup tidak sehat saat ibu sedang hamil, sang ibu merupakan perokok, minum-minuman keras atau bahkan menggunakan narkoba sehingga merusak fungsi otak pada anak.masalah psikologis pada anak seperti depesi, gangguan kepribadian, gangguan bipolar, skizofrenia, termasuk pada gangguan prilaku.

b. Hubungan dalam keluarga dan pola asuh pada anak sangat mempengaruhi dan menjadi salah satu penyebab gangguan prilaku pada anak. Pengasuhan anak yang dibesarkan ditengah keluarga yang tidak harmonis serta seringnya melihat kekerasan yang terjadi dalam keluarga.

Yuk kenali beberapa gangguan prilaku yang sering terjadi pada anak :

1.      ADHD (Attention deficit hyperactivity disorder). Ditandai dengan gejala sulit fokus, ceroboh, hiper aktif, sering mengganggu aktifitas anak lain.

2.      Autisme . Anak yang memiliki gangguan autisme memiliki perubahan prilaku yang beerbeda dari nak-anak lain. Seperti marah, menangis tanpa alasan jelas begitu juga saat tertawa tanpa alasan yang jelas. Melakukan gerakan yang sama secara berulang,bahasa dan gerakan tubuh kaku, hanya mengkonsumsi makanan tertentu.

3.      ODD ( Oppositional defiant disorder). Terdapat pada anak usia 8-12 tahun, anak dengan kondisi ODD ini tidak patuh peraturan, mudah sekali marah, sering mengganggu dan menyalahkan orang lain atas tindakannya. Anak dengan perilaku ODD ini memiliki sifat pendendam.

4.      Gangguan perilaku serius (Conduct Disorder). Anak dengan gangguan ini seringkali berbohong dan menipu, serta merusak benda, bahakan bisa menyakiti orang lain. Termasuk juga menyakiti hewan.

Setelah mengetahui gangguan prilaku pada anak tentu dibutuhkan penangan lanjutan, bisa berupa psiko  terapi, bahkan oba-oabatan jika dibutuhkan.

Tidak mudah untuk mengatasi anak dengan gangguan mental tentunya, namun langkah terbaik pertama kali yang harus dilakukan adalah memperbaiki komunikasi antara anak dan orang tua, dengan demikian kita bisa melakukan pendekatan verbal tanpa harus melibatkan psikiater dalam penanganan gangguan prilaku pada anak tersebut.

Apapun kondisi yang terjadi pada orang tua, baik orang tua utuh ataupun tunggal, dengan komunikasi yang tetap terjalin baik dengan anak mampu mencegah terjadinya gangguan prilaku pada anak. Nah bunda, ayah apa tema menarik hari ini untuk membuka sebuah obrolan dengan anak.

Yuk mulai cari tahu apa sih kesukaan mereka. Dan jadilah teman dan orang tua yang baik untuk mereka. (Vera berbagai sumber)**

Facebook Comments

Check Also

Menu Hemat Saat Uang Belanja Nyaris Tamat

KARTINI – Tanggal tua biasanya memang isi dompet sudah mulai menipis, apalagi ditamb…