KARTINI – Tiga sumber mata air yang ada di Kecamatan Pasawahan akan digunakan Perusahaan Air Minum (PAM) Tirta Kamuning Kuningan sebagai sumber penyediaan air baku bagi masyarakat Kabupaten Indramayu.

Direktur Perumda PAM Tirta Kamuning, H. Deni Erlanda kepada http://kartinikuningan.net memaparkan, hal tersebut adalah salah satu upaya Perumda PAM Tirta Kamuning dalam menggali pendapatan. Kerjasama tersebut sebenarnya sudah dirintis sejak beberapa tahun lalu, namun baru terealisasi di tahun 2020 karena terkendala perijinan. Ketika sudah ijin dari Kementrian Kehutanan (Kemenhut) sudah keluar, maka Pemkab Kuningan dengan Pemkab Indramayu telah melakukan kerjasama.

“Ini baru mengurus regulasinya, baru penandatangan antara Pemkab, setelah itu dilanjutkan dengan adanya PKS (perjanjian perusahaan-red) antara Pam Tirta Kamuning dengan PAM Indramayu. Jadi masih panjang, masih sekitar satu tahunan lah, karena setelah penandatanganan PKS baru menentukan invesnya seperti apa. Jadi ini mah baru payung hukumnya dulu, direstui dulu, baru ada pembicaraan yang lebih substansi,” paparnya.

Direncanakan penyediaan air baku untuk masyarakat Indramayu tersebut akan mengambil dari tiga sumber mata air, diantaranya, sumber mata air dari Desa Kaduela Kecamatan  Pasawahan, yaitu sumber mata air Talaga Remis, Talaga Nilem dan Sisa Maya. Dalam pembicaraan awal, Kuningan akan menjual  sebanyak 405 liter perdetik, dengan harga jual perkubik antara kisaran Rp 500 – Rp 700 rupiah.

Ketika ditanya seputar persediaan air untuk masyarakat pribumi (Kuningan) yang masih banyak mengeluh kekurangan air, H. Deni menuturkan, kondisi sumber mata air yang akan menyuplai ke Indramayu letak geografinya berada di bawah, sehingga otomatis yang menikmati air adalah daerah yang berada di bawah pelayanan dan di bawah sumber mata air (Cirebon dan Indramayu).

Revitalisasi Sumber Mata Air

Sedangkan untuk masyarakat sekitar Kaduela Pasawahan, PAM Tirta Kamuning akan merevitalisasi beberapa sumber mata air, sehingga bisa mencukupi kebutuhan air warga sekitar yang memang letak geografisnya sendiri berada di atas sumber mata air. “Paniis saja (Kec. Pasawahan) tidak bisa mencukupi kebutuhan air masyarakat sekitar, apalagi jika ditarik ke masyarakat Kuningan Timur, tidak akan bisa,” tandasnya.

Maka sebagai solusi untuk menyediakan air bagi masyarakat Kuningan Timur, PAM Tirta Kamuning sudah membeli mata air Cibangir Kecamatan Cigugur. Mata air yang memiliki debit air cukup tinggi tersebut diperkirakan bisa memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat pribumi termasuk ke masyarakat Kuningan Timur yang sangat rawan kekurangan air. (kh)***

Facebook Comments

Check Also

Bersama Hujan Yang Selalu Datang Dipenghujung Sore

KUPANDANG dedaunan di dahan tinggi menjulang, hijau cerah daun hendak berbuah, putik mulai…