Hj Ika “Peternak Harus Lebih Giat Jaga Kebersihan Kohe”

Tiga Sumber Air Di Pasawahan Akan Digunakan Untuk Indramayu
September 28, 2020
Sekda Dian dan Ketua DPRD Nuzul Rachdy Ikuti Lemhanas, Gubernur Minta Peserta Melakukan Tekad Revolusi Mental
September 29, 2020

Hj Ika “Peternak Harus Lebih Giat Jaga Kebersihan Kohe”

KARTINI – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kuningan, Hj.Ika Acep Purnama menghimbau kepada semua peternak agar lebih giat dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama dalam membuang kotoran hewan (kohe).

“Tugas Saya hanya menghimbau supaya peternak lebih giat dalam menjaga lingkungan. Kohe-nya jangan dibiarkan masuk ke sungai, harus dibersihkan dari kandang, disimpan setelah kering, dan jadikan pupuk. Kalau bisa diolah dulu supaya jadi pupuk organik,” ajak Hj.Ika saat melakukan kunjungan dan ngbrok bersama peternak sapi di Desa Cisantana Cigugur, belum lama ini.

Dikatakan isteri bupati tersebut, ia punya program ‘Bunda Menyapa’, tujuannya supaya masyarakat melakukan penanaman yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Tanaman yang ada di pekarangan membutuhkan pupuk. Supaya nyambung dengan program Bunda Menyapa, pihaknya siap menggunakan pupuk organik produksi peternak sapi. Meski dalam sekala kecil kebutuhan pupuknya tapi mudah-mudahan akan meningkat sesuai dengan kesadaran masyarakat di pedesaan terhadap program itu.

“Saya secara pribadi siap membantu pemasaran pupuk organik olahan peternak sapi di Kecamatan Cigugur,” ucapnya sambil menyapa salah seorang peternak sapi asal Cipari Ade Buis.

Hj.Ika pun membeli pupuk olahan Ade Buis sebanyak 200 kg, yang akan digunakan uji coba pupuk, baik untuk tanaman bunga maupun tanaman lainnya. “Jika hasilnya bagus dan produksi pupuknya meningkat Insya Allah saya bantu,” katanya.

Ia juga mengatakan Bahwa tanggung jawab Kohe merupakan tanggung jawab kolektif atawa bersama-sama. Peternak harus bertanggungjawab terhadap ternak serta kotorannya. Dinas Peternakan mampu menjalankan tugasnya begitu pun Dinas Lingkungan Hidup.

Seperti diberitakan sebelumnya, penanganan kotoran hewan (kohe) dianggap ‘lari di tempat’, padahal seharusnya melibatkan semua elemen dari hulu sampai hilir sesuai perannya. (kh)***

Facebook Comments

Comments are closed.