KARTINI – Keluarnya salah satu Fraksi dari koalisi pemerintah (PKB) akibat ketersinggungan di Alat Kelengkapan Dewan (AKD) diduga kuat hanya manuver politik yang terlalu dini.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh http://kartinikuningan.net, banyak pihak yang meragukan kesolidan koalisi tersebut, dan kesolidan mereka tidak akan bisa bertahan lama.

“Itu hanya gertakan saja, sebagai salah satu isyarat untuk manuver politik 2024. Kalau itu hanya gertakan, sangat disayangkan karena lagi-lagi rakyat yang akan menjadi korban, dan Saya harap dugaan ini tidak benar,” ujar Abdullah, salah seorang pemerhati politik menanggapi perpecahan fraksi di tubuh DPRD Kuningan.

Setelah menjadi bagian dari parlemen yang intinya adalah untuk memikirkan rakyat Kuningan, harusnya para politikus tersebut lebih bijak dalam menyikapi permasalahan Kuningan. Karena manuver melawan pemerintah, lagi-lagi luntur setelahnya.

Ia mengingatkan ketika awal kekalahan Prabowo, politik di Indonesia termasuk di Kuningan pun ikut panas dalam menunjukan kegagahan mereka. Mereka mengambil strategis dan membentuklah ‘berbagai’ koalisi. Sebut saja ada Koalisi Kuningan Bersatu (KKB) didalamnya ada Gerindra, PKS, Demokrat, PAN, PPP dan PBB.

Lalu ada lagi koalisi antara Gerindra dan PKS disambung dengan Koalisi Umat yang juga ada Dede Ismail di dalamnya pasca pilkada.

“Tapi mana kekuatan mereka?, akhirnya pecah juga. Mereka memilih untuk pergi meninggalkan koalisi dan endingnya tetap aja pro pemerintah. Jangan ajari rakyat untuk melihat ketidakpastian. Tapi tetaplah menjadi legislatif yang sebenarnya, kalau memang pro rakyat, harusnya mereka tetap bertahan pada keputusan awal,” paparnya.

Seperti diketahui, aksi membelot PKB dari pro pemerinta itu paska rapat paripurna Kebijakan Umum APBD Dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA dan PPAS) Tahun Anggaran 2021, pada 17 September 2020.

Bersatunya antara Fraksi Gerindra-Bintang dan Fraksi PKB tersebut akibat adanya mutilasi pimpinan Komisi dari kedua fraksi tersebut. Kedua fraksi tersebut mengaku tidak merasa kecewa, meski tidak mengetahui adanya perombakan tersebut.

“Saya tidak kecewa dengan adanya perombakan, karena menurut saya itu sudah sesuai dengan tatib yang ada,” ujar Ketua DPC PKB, H Ujang Kosasih, saat menggelar silaturahim dengan media, di salah satu restoran khas sunda, Kuningan, Jumat (18/9/2020). (kh)***

Facebook Comments

Check Also

Bersama Hujan Yang Selalu Datang Dipenghujung Sore

KUPANDANG dedaunan di dahan tinggi menjulang, hijau cerah daun hendak berbuah, putik mulai…