Oleh : Vera Verawati
ADA apa dengan Covid-19?, masih betah berseliweran berbaur menebar ketakutan.  PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar ) yang diberlakukan tahap pertama sempat berhasil mengurangi peningkatan angka pandemi, namun sedikit waktu yang diberikan untuk fase New Normal, ternyata kebobolan berlipat kali.

Angka terus melonjak diluar dugaan, Pasien positif pun tidak hanya pada petugas medis yang berjuang dan berjibaku paling depan melawan pandemi ini. Melainkan kesegala aspek yang tersentuh, dari orang biasa, hingga praktisi bahkan dewan yang duduk di deretan pemerintahan pun ikut terinfeksi.

Masihkah kita perlu memperdebatkan siapa yang salah hingga angka terus melonjak atau mari berangkulan bekerja sama mencegah perluasan penyebarannya hingga pandemi ini bisa segera berakhir. Ditambah polemik yang ditinggalkan karena penganan isu sosial agar rakyat tidak panik. Banyak perusahaan yang terpaksa mengurangi karyawan, ditambah masalah psikologis anak-anak yang kehilangan kesempatan belajar disekolah.

Para orang tua yang dituntut tetap berpenghasilan serta mampu memposisikan menjadi guru dan pembimbing belajar anak-anak yang bahkan setiap materi pelajaran tak dikuasainya.

Persoalan lain yang menjadi lebih runcing tentang dana bantuan dampak pandemi yang banyak menimbulkan ketidakpercayaan publik. Transparansi yang diharapkan dan sempat dipertanyakan sejauh ini mengendap tanpa perkembangan seperti harapan publik. Angka itu kembali mencengangkan, seolah membangunkan kita dari mimpi yang baru saja terbuai. Terlalu menyepelekan protokol kesehatan yang dianjurkan, bahkan figur-figur yang membuat peraturan itupun beberapa diantara mereka tak mematuhinya.

Menggunakan masker, tetap jaga jarak, dan disiplinkan diri sendiri  untuk tetap mencuci tangan dengan sabun serta membiasakan hidup bersih. Tapi coba lihat, terlalu banyak yang mengabaikan. Soal apakah pandemi ini sebuah strategi multi global biarlah itu menjadi tugas mereka yang berkompeten untuk mengungkapnya. Berpikir positif untuk setiap peristiwa yang ada merupakan solusi terbaik saat ini.   

Maksimalkan dalam mencipta pendapatan untuk usaha kecil, atau membekali masyarakat untuk mandiri dengan memberi sarana serta pengetahuan mencipta karya walau harus dirumah saja merupakan solusi efektif. Dari usaha berjualan berbagai makanan kecil, bercocok tanaman hydroponik, manfaatkan sedikit lahan dengan sayuran organik dan usaha-usaha kecil lainnya yang dilakukan dari rumah-rumah sederhana. Perekonomian rakyat meski tetap kondusif untuk menghindari penjarahan massal.

Menekan angka kejahatan karena tekanan ekonomi sebagai alasan. Mari bersama-sama memerangi pandemi dengan tetap patuhi protokol kesehatan, teruslah berpikir positif, dan saling membantu dengan membeli produk teman-teman. **

Kuningan, 21 September 2020

Facebook Comments

Check Also

Dinilai Peduli Terhadap Pekerja Perempuan, Dinkes Dianugerahi Penghargaan

KARTINI – Perempuan bekerja saat ini trennya semakin naik dan lembaga/perusahaan pun…