KARTINI – Berlebihnya asam urat dan obesitas, dapat menimbulkan beragam penyakit artritis. Terbukti dengan penderita kaum pria lebih banyak, karena secara kodrati kadar asam uratnya lebih tinggi dari pada wanita.

Keterangan yang dihimpun http://kartinikuningan.net dari berbagai referensi, ternyata belum banyak obat medis yang dapat mengurangi kadar asam urat dalam darah. Tapi banyak pilihan ramuan tanaman obat yang bisa digunakan, misalnya, kapulaga, daun salam dan sosor bebek.

Nama lain penyakit ini adalah gout atau pirai. Karena namanya berkaitan dengan peninggian kadar asam urat (hiperurisemia), banyak orang menyebutnya penyakit asam urat.

Umumnya penderita gout adalah kaum pria karena secara kodrati pria memiliki kadar asam urat lebih tinggi dari pada perempuan. Bagi mereka yang berusia 40 tahun ke atas, derita sakit akibat kelebihan asam urat ini memang sangat menganggu aktivitas sehari-hari.

Dari mana timbulnya rasa sakit itu? Penelitian menunjukan bahwa kelebihan kadar asam urat dalam darah akan menyebabkan pengkristalan pada persendian dan pembuluh kapiler darah. Jika sendi bergerak, kristal-kristal itu akan saling bergesekan sehingga menimbulkan rasa nyeri.

Demikian juga jika kristal mengendap dalam pembuluh kapiler darah. Kemudian kristal akan tertekan ke dinding pembuluh darah kapiler sehingga ujung kristal yang runcing menusuk dinding, pada saat melakukan aktivitas.

Asam urat kronis yang menumpuk  pada persendian menyebabkan cairan getah bening yang berfungsi sebagai pelumas (lubricant) kehilangan fungsi. Sehingga, persendian tidak dapat digerakkan. Pada  lansia seringkali terjadi karena kelebihan asam urat yang tidak dihiraukan.

Asam urat (uric acid) merupakan sampah normal dari metabolisme zat purin salah satu unsur protein pada jenis makanan tertentu. Melalui darah, asam urat ini dibawa keginjal untuk dikeluarkan bersama air seni.

Hiperurisemia akan mengakibatkan asam urat menumpuk dan mengkristal bila purin tidak dimetabolismekan secara sempurna. Kristalisasi asam urat seringkali terjadi pada persendian, tendon dan selaputnya, jaringan tulang rawan dan ginjal.

Pada tahap yang lebih parah, timbunan Kristal urat akan mengendap menimbulkan batu karang (tofus). Kristal ini akan menimbulkan radang bila dipicu oleh benturan, suhudingin, atau stres.

Apa Penyebabnya?

Produksi asam urat dapat meningkat karena faktor dari luar, terutama dari makanan dan minuman berkarbohidrat dan berprotein tinggi yang dapat merangsang pembentukan asam urat, seperti kacang-kacangan, emping, daging (terutama jeroan), ikan, sate kambing, dan coklat.

Minuman yang mengandung kafein seperti kopi, teh, dan soda juga akan menyebabkan peningkatan asam urat, karena mengandung alkaloida turunan purin (ksantin). Jika dalam darah kadar alkaloida cukup tinggi, maka dengan adanya enzim ksantin oksidase akan terbentuk asam urat.

Pembuangan asam urat berkurang akibat adanya kelainan ginjal. Obesitas juga bisa menjadi penyebab tak langsung. Seperempat jumlah penderita, terserang penyakit asam urat dan rematik.

Kenali Gejalanya
Rasa nyeri mendadak dipersendian.
Terganggunya fungsi sendi dipangkal ibu jari. Namun juga bisa terjadi dipergelangan kaki, punggung kaki, lutut, siku, pergelangan tangan.

Nyeri pergelangan kaki dan bengkak menyebabkan penderita sulit berjalan. Terjadi peradangan (sampai dua hari) disertai demam dan sendi yang bengkak terasa panas. Nyeri hebat dipinggang, bila terjadi batu ginjal akibat penumpukan asam urat di ginjal.

Bagaimana Pencegahannya ?

Selain pengobatan dengan cara medis, cara lain adalah dengan  pengobatan herbal  salah satunya yang dilakukan oleh  Cumayunaro (2017) yang menunjukan bahwa  ada perbedaan kadar asam urat dan intensitas nyeri sebelum dan sesudah pemberian air rebusan daun salam. Yang berarti menunjukan, adanya pengaruh pemberian air rebusan daun salam terhadap kadar asam urat dan intensitas nyeri pada pasien dengan arthritis gout.

Beberapa hal lain yang juga tidak luput untuk mencegah asam urat dan rematik diantaranya, mengurangi berat badan dalam batas normal, olahraga secara teratur.

Selain untuk mengontrol berat badan, olahraga juga dapat melatih gerakan sendi. Hindari makanan/minuman yang mengandung purin diantaranya, minuman beralkohol, jeroan, kacang-kacangan, makanan kaleng dan sebagainya. Kurangi makanan berlemak tinggi, baik yang nabati maupun hewani. Hindari minum dingin atau es.

Dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang berkadar purin rendah atau sedang. Misalnya daging ayam, telur, keju, ikan air tawar, wortel, labu siam, minum air putih, istirahat yang cukup dan dapat mengendalikan stres. (Dian berbagai sumber dan referensi) **

Facebook Comments

Check Also

Bersama Hujan Yang Selalu Datang Dipenghujung Sore

KUPANDANG dedaunan di dahan tinggi menjulang, hijau cerah daun hendak berbuah, putik mulai…