Pelaku UMKM Kuningan Dikenalkan Teori 5S

Bupati Acep “Kohe Sapi Akan Dimanfaatkan Untuk Pupuk Tematik Buah-Buahan”
August 31, 2020
Kuningan Oh Kuningan, Sudah Setinggi Apa Lompatan Kecil-Kecil Kuda Kuningan Itu?
August 31, 2020

Pelaku UMKM Kuningan Dikenalkan Teori 5S

KARTINI – Puluhan UMKM yang ada di Kabupaten Kuningan terus mendapat pelatihan dan spirit bangkit dari keterpurukan akibat Covid-19.

Kementrian Tenaga Kerja kembali memberi pelatihan pada pelaku UMKM, kali ini dari BBPP Kemenaker, Dinas Perindagkop, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dan DPC Perwira Kab. Kuningan.

Ketua Panitia Pelaksana, Adhe Joko didampingi Hj. Juju Juniati, kepada http://kartinikuningan.net menjelaskan, pelatihan UMKM tersebut berlangsung selama lima hari (25 – 29 Agustus), bertempat di kediaman Ketua GOW Kuningan, Hj.Rini Sujiyanti dengan mengambil tema ‘Gerakan 5 S’.

“Gerakan 5 S ini merupakan spirit bagi para pelaku usaha dalam mengelola lingkungan tempatnya ia berusaha maupun bekerja. 5 S ini yaitu Seiri yang berarti ringkas, Seiton (rapi), Seiso (resik), Seiketsu (rawat) dan kelima Shitsuke yang artinya rajin,” papar Ade Joko.

Jadi keberhasilan sebuah usaha juga tidak lepas dari faktor lingkungan dan bagaimana pemilik dan pekerja itu merawat tempatnya ia bekerja, sehingga akan memancarkan aura positif dan bisa menarik konsumen untuk membeli jika tempat usaha itu berbentuk kuliner langsung, maupun bisa berdampak pada hal lainnya yang bisa memajukan usahanya tersebut.

Sementara itu, Ketua GOW Kuningan, Hj.Rini Sujiyanti yang juga sebagai pemateri terus memberikan motivasi kepada para pelaku usaha untuk bisa bangkit dari keterpurukan pandemi selama ini.

“Sangat salah jika kita malah berdiam diri, menyerah bahkan putus asa dengan keterpurukan dari covid ini. Kita harus semangat menyongsong hal yang baru, terus berinovasi terutama dalam mengimbangi pelaku usaha di era digital,” katanya.

Para pelaku usaha yang didominasi oleh pelaku usaha kuliner dan kerajinan tangan tersebut tidak sekedar teori di tempat pelatihan, namun mereka pun terjun langsung ke tempat industri bawang
goreng ‘Monita’ yang ada di Desa Babakanreuma Kecamatan Garawangi, milik Sadiyati, salah satu peserta pelatihan. (kh)***

Facebook Comments

Comments are closed.