Oleh : Vera Verawati

1 September, Hari Jadi-mu, Kuningan. Kini bertambah usia dengan sejuta pesona namun  berjuta dinamikanya.

Sejauh mana Kuningan mempercantik kotanya atau justru sebaliknya. Udara yang dulu terasa begitu sejuk tanpa khawatir polusi, namun tidak bisa dipungkiri Kuningan telah berubah. Wajah dengan keelokan yang rupawan menarik semua mata untuk tinggal dan menatap disini. Berharap melewati waktu denga rindu aroma edelweis Ciremai yang kokoh dan perkasa.

Kuningan ke 522, 1 September 1498-2020 usia yang sangat tua untuk sebuah perjalanan. Meski Kuningan merupakan Kuda yang pertumbuhannya sangat cepat. Mengikuti dinamika peradaban dengan luar biasa. Namun itu tidak menjamin Kuningan telah berhasil karena tidak dipungkiri dalam setiap pemerintahan akan ditemukan ketidak sempurnaan.

Tidak saja perekonomian yang tidak merata dirasakan, ditambah polemik pandemi yang memberi ruang penyalahgunaan anggaran secara massal dan besar-besaran. Ditambah isu tentang sebuah pembangunan berskala raksasa sedang berjalan di Kuningan dengan resiko terganggunya keseimbangan ekosistem yang ada di Gunung ciremai yang menjadi simbol kebesaran Kuda Kuningan.

Entah disadari atau tidak, masyarakat Kuningan telah tumbuh dengan tingkat intelektualitas yang sangat pesat, dengan cepat mampu memahami sesuatu yang kelak bisa menjadi bencana besar untuk Kuningan akan terjadi.

Untuk itu mulai terlihat upaya-upaya penyelamatan tidak saja dibidang perkekonomian dengan merangkul usaha rumahan dengan memberi mereka tidak saja bantuan modal usaha tapi juga pelatihan pembentukan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Dengan pembekalan tersebut Kuningan berharap bisa mengangkat perekonomian masyarakat menengah ke bawah.

Beberapa komunitas juga mulai memberi perhatian pada para remaja dan pemuda Kuningan yang angka pengangguran kian meningkat, sedang lapangan pekerjaan menyempit dan sulit. Mereka berupaya mengajak untuk berdaya kreatifitas.  Karena sebenarnya Kuningan memiliki banyak sekali talenta luar biasa diberbagai bidang.

Tidak saja dibidang seni dan budaya dengan lahirnya seniman muda yang justru berkibar diluar bukan di Kuningan sendiri. Didunia pendidikan Kuningan banyak memiliki talenta dari penulis muda berbakat, hingga professioanal muda yang kuat untuk memajukan Kuningan itu sendiri.

Tapi mengapa mereka lebih nyaman dengan bekerja diluar bukan mengabdi untuk tanah kelahirannya dan berupaya membangun Kuningan dengan saling bekerja sama dan mendukung satu dengan yang lain. Haruskah orang luar yang justru menikmati hidup nyaman di Kuningan sedang orang Kuningannya sendiri berlarian meninggalkan kota tanpa jejak berarti untuk sesama. Tidakkah masyarakat Kuningan tahu bahwa telah mulai marak hampir sebagian lahan di Kuningan telah dimiliki bukan oleh pribumi.

Kuningan menjadi berlian yang sedang diincar dunia. Pembangunan Bandara kertajati internasional di Majalengka menjadi awal signal itu diperingatkan, isu tentang akan dibangunnya sebuah pelabuhan Internasional di cirebon memperjelas puzzle tersebut.

Ada apa di Kuningan hingga mata-mata tersebut nyaris semua tertuju ke kota kuda ini. Lalu bagaimana dengan nasib Ciremai Sendiri ketika sebuah akses raksasa akan  benar-benar melintas diatas puncaknya. Membelah kehijauan dan menyingkap misteri yang seharusnya tetap menjadi rahasia Ciremai. Susah payah sebagaian orang yang konsisten menjaga dan menyelamatkan ciremai tentu akan sangat terluka.

Tetaplah Menjadi Kuda Penjaga Ciremai

Kuningan oh Kuningan. Usia kian bertambah, bagaimana dengan ketahanan pangan kita, jalan-jalan berlubang waktunya dibenahi, sistem parkir tanpa disiplin masihkah dibiarkan. Pembangunan industri tanpa solusi pengelolaan limbahnya masihkah terus beroperasi. Pembangunan gedung-gedung tanpa mengindahkan kestabilan tanah disekitarnya serta ijin yang harus dimiliki baik ijin mendirikan maupun ijin fungsional bangunan tersebut.

Mari percantik kota tanpa harus melupakan begitu banyak warga yang butuh uluran perbaikan kehidupan. Mari menjadi gagah kuda Kuningan dengan menjadikan pemuda Kuningan aset yang berdayaguna mencipa karya dan berprestasi di bumi.

Jika dibeberapa sistem masih ada ketidak jujuran belum terlambat untuk memperbaiki semuanya. Kuningan bersinarlah tanpa harus menumbalkan mereka yang lemah. Berjalan dengan gagah, maju tanpa harus mengorbankan tanah-tanah pribumi. Kita punya segalanya. Sumberdaya alam yang kaya, sumberdaya manusia yang pintar, pemuda yang sehat cukup untuk menjadikan Kuningan berkibar sejajar wangi semerbak hingga seantero jagat.

Tetaplah menjadi Kuda penjaga Ciremai, melesatlah jangan tinggalkan debu kerusakan tapi jadilah tunggangan kebanggaan dengan menghapus setiap air mata kemiskinan. Selamat Ulang Tahun Kuningan semoga kedepannya lebih baik lagi.***

(Kuningan, 1 September 2020)

Facebook Comments

Check Also

Akibat Covid-19, Job Teh Bella Jadi Sepi

KARTINI – Dunia Broadcasting bagi wanita cantik yang masih belia ini sudah menjadi p…