Peduli Recovery Wisata, Polres Gelar FGD

Lima Mahasiswa Uniku Akan Belajar di Thailand Dan Filipina
August 28, 2020
Cegah Kanker Payudara Dengan Memilih Bra Yang Tepat
August 29, 2020

Peduli Recovery Wisata, Polres Gelar FGD

KARTINI – Lebih kurang enam bulan sektor wisata mengalami kelesuan, bahkan ada sebagian objek wisata nampak kumuh dan terancam bangkrut karena sudah tidak terawat.

Kabupaten Kuningan adalah salah satu daerah yang kaya akan potensi wisata alam, jika dibiarkan berlarut maka potensi yang ada malah akan hilang. Untuk itu, di masa pemulihan, sektor wisata di Kuningan harus terus didukung untuk bisa bangkit kembali.

“Kami siap mengawal untuk memberi dukungan dengan keterlibatan personel Polres dalam mengedukasi masyarakat akan pentingnya mematuhi protokol kesehatan saat berkunjung ke tempat wisata,” ujar Kapolres Kuningan AKBP, Lukman Syafri Dandel Malik, didampingi Kasat Binmas AKP Marsoni dalam acara Focus Group Discussion (FGD), pada Kamis (27/8/2020), di Hotel Ayong Cilimus.

Karena jika tempat wisata tidak didukung untuk dipulihkan kegiatannya, maka akan berdampak pada sektor ekonomi. Apalagi sektor ekonomi dari tempat wisata menjadi andalan bagi masyarakat dan Pemkab setempat.

Acara FGD yang digelar Sat Bimas Polres tersebut mengusung tema ‘Menyikapi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dimasa Pandemi Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi di wilayah Kab. Kuningan’. Peserta terdiri dari pemilik dan pengelola Obyek wisata yang ada di wilayah Kab. Kuningan, diantaranya, pemilik dan pengelola Wisata Cibulan, Kolam renang Zam-Zam Pool, Sidomba, The Mountain Park, Sangkan Park Water Boom, Linggarjati indah, Sangkanhurip Alami, dan J&J.

Sementara itu, Kasat Binmas AKP Marsoni menjelaskan, hasil yang di sepakati dari kegiatan FGD antara lain, Covid-19 di Kab. Kuningan harus bisa diminimalisir atau akan lebih baik jika bisa dihilangkan. Pemilik/pengelola/penanggung jawab objek wisata akan tegas menerapkan protokol kesehatan.

“Mereka sepakat protokol kesehatan tetap dilaksanakan oleh semua lapisan masyarakat baik pengelola/pemilik atau penanggung jawab kegiatan dalam mencegah dan menanggulangi covid-19,” ujar Marsoni.

Selain itu, semua pihak tetap memberi edukasi kepada masyarakat agar timbul kesadaran dan rasa tanggungjawab meminimalisir terpaparnya Covid-19. Memberi contoh kebiasaan Protokol kesehatan mulai dari pengelola dan karyawan obyek wisata. ” Mereka akan membuat standarisasi protokol kesehatan di setiap obyek wisata,” imbuhnya. (kh)***

Facebook Comments

Comments are closed.