KARTINI – Masa pemulihan dari krisis (recovery) maupun dari wabah seperti Covid-19 harus dijadikan satu cambuk untuk bangkit dari keterpurukan dan mampu bersaing dengan kompetitor lainnya, termasuk dalam soal rasa.

Itulah yang diberikan Kopi Hilir. Kedai yang berada di Jl. Ir. Juanda Kuningan tersebut mencoba meracik berbagai varian rasa kopi. Dari mulai kopi jenis robusta maupun arabika. Mau diminum panas, hangat ataupun dingin semuanya bisa.  Rasa manis pun bisi dipilih, mau dari gula aren ataupun gula putih siap diracik, tentu dengan paduan rasa yang pas dilidah.

“Kalau mau dengan gula aren, disini ada Kopi Hilir Joy, sedangkan yang dipadu dengan gula putih namanya Hilir Lumi. Kami memadukannya dengan susu, bisa panas maupun dingin. Silakan coba, dengan harga yang cukup terjangkau,” papar Barista yang juga pemilik Kedai  Kopi Hilir, Fariz, saat ditemui http://kartinnikuningan.net

Kang Fariz, boleh dong cerita seputar Kopi Hilir ini?, kenapa dinamakan Hilir dan bagaimana bisa bangkit kembali saat Kopi Hilir mulai berdiri di bulan Januari 2020 tapi langsung diterpa kelesuan karena Covid-19.

Fariz menceritakan, jika saat ia mulai membuka Kopi Hilir di Januari dan siap untuk promosi serta menarik konsumen, ternyata dipaksa harus tutup karena kedainya tidak boleh buka. Kesedihan tentu ada, tapi bukan berarti Fariz harus mengalah dan diam, ia bersama para Barista Hilir lainnya justru belajar dan terus belajar meracik kopi menjadi sebuah rasa yang bisa memikat pembeli.

“Waktu itu, Hilir benar-benar nol, karena baru juga mau launching, justru kami dipaksa tutup, tidak boleh berjualan, sedangkan tempat ini sudah tanggung disewa. Tapi itu justru Saya jadikan sebuah tantangan untuk bisa bangkit, dan Saya bersama teman barista lainnya berfikir dan terus belajar supaya rasa yang ditawarkan pada saat recovery benar-benar bisa menjadi konsumen jatuh cinta,” paparnya.

Ada Juga Manual Brewing

Ternyata terbukti Sahabat Kartini, setelah dibuka, tepatnya pada Juli 2020, para barista Kopi Hilir ini memberikan pelayanan rasa yang cukup ideal. Tidak hanya Joy dan Lumi, masih ada varian kopi lainnya, seperti manual brewing (ada lokal, impros, japanes dan spesial). Cemilannya juga banyak, ada roti, cake, dan Sahabat bisa memilih Kopi Hilir sebagai tempat bercengkrama, bertukar pikiran maupun diskusi ringan.

Satu lagi Sahabat, dinamakan Hilir ternyata filosopinya harus bisa bergerak di hilir. Sebuah usaha ataupun hal apapun tentu pasti ada di bagian ‘hulu’ dan ‘hilir’, maka Fariz memilih bisa berinovasi dan bergerak di hilir, dengan kopi andalan Kuningan tentunya, dari Gunung Ciremai yang ternyata mempunyai cita rasa tersendiri. (kh) ***

Facebook Comments

Check Also

Kampung Dongeng Gelar Festival Hari Dongeng Nasional

KARTINI – Kebijakan untuk melonggarkan kegiatan di masyarakat, termasuk di lembaga p…