Fatmawati, Perempuan Tangguh Yang Setia Dampingi Pejuang NKRI

Refleksi 75 Tahun Indonesia, ‘Ayo Rapatkan Barisan’
August 16, 2020
Antara Masa Pandemi, Kemerdekaan dan Mengeskploitasi Perempuan
August 17, 2020

Fatmawati, Perempuan Tangguh Yang Setia Dampingi Pejuang NKRI

17 Agustus 1945 merupakan hari proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia, dimana rakyat Indonesia memberikan dukungan dan bantuan, salah satunya adalah perempuan.

Siapa yang tidak mengenal sosok Ibu Fatmawati?. Sosok perempuan yang ikut berperan dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia. Dia adalah istri Presiden Soekarno yang dilahirkan di Bengkulu dan ibu negera pertama Indonesia.

Sosok ibu ini berperan dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Dia merupakan tombak yang yang menduduki garis belakang, yang memenuhi segala kebutuhan pangan serta pakaian ketika berada dilapangan.

Sosok Ibu Fatmawati tidak hanya sekedar sebagai seorang yang berperan dalam menjahit kain bendera merah putih yang diberikan oleh perwira Jepang ketika Ibu Fatmawati tengah mengandung anak pertama. Selain itu beliau selalu mengikuti Presiden Soekarno untuk menghadiri rapat-rapat besar, seperti ketika Presiden Soekarno sedang berpidato pada sidang BPIPKI pada tanggal 1 Juni 1945.

Ibu Fatmawati dapat bertahan dimasa-masa yang sangat sulit bersama anaknya di samping Presiden Soekarno, namun demikian beliau tidak pernah menyerah untuk turut serta berjuang bersama suaminya.

Perjuangan beliau sebagai seorang ibu negara tidak bergerilya di medan perang secara langsung dalam mempertahankan kemerdekaan, tetapi beliau membantu dan mendukung para gerilyawan dan keluarga yang ditinggal suami mereka yang pergi berjuang untuk bergerilya.

Sungguh luar biasa perjuangan seorang perempuan pada masa itu untuk turut serta dalam memperjuangkan kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Sebagai kaum hawa kita sudah sepantasnya untuk dapat mengikuti keteladanan Ibu Fatmawati.

Sejarah yang melekat untuk seluruh rakyat Indonesia atas perjuangan para pahlawan dan kaum perempuan yang berkontribusi didalamnya untuk memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan.

Ada banyak cara untuk mengisi dan menunjukan cinta tanah air dan kemerdekaan Indonesia diantaranya adalah mencintai produk dalam negeri, menghargai karya anak bangsa, melestarikan kebudayaan daerah, membantu sesama, memberikan sumbangsih dan ide untuk negeri dimulai dari level paling bawah, apa yang bisa kamu lakukan untuk negeri maka lakukanlah.

Ditemui beberapa perempuan seperti petani, pedagang, penjahit dan pembuat kerajinan tangan yang tidak ingin disebutkan namanya, yang pada umumnya mengemukakan harapan dan doa yang sama, mereka berharap semoga dihari kemerdekaan ke-75, Indonesia semakin maju, semakin damai dan tentram.

Tidak terjajah oleh produk-produk asing yang mendominasi produk dalam negeri, negara Indonesia semakin bersih dari KKN, semakin adil di bidang hukum, tidak tumpul ke atas dan tajam kebawah. Semoga lebih baik untuk rakyat Indonesia terutama untuk kalangan kecil seperti petani, pedagang dan lain sebagainya sesuai dengan Pancasila sila ke-5 yang berbunyi “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”. (dian)**

Facebook Comments

Comments are closed.