HATIKU terus tercabik, saat melihat anak mungil nan lincah itu menangis.

Tak bisa menahan air mata ini, yang terus berjatuhan.

Dalam peluhku, ku bermunajat, Tuhan berikan keadilan pada mereka yang tersakiti. Berikan jalan yang indah.

Dia masih kecil Tuhan, ia suci, ia Bidadari Surga yang sejati. Tapi kenapa Ia dihinakan oleh manusia bejat itu.

Sekujur tubuhku membeku, tak bisa berucap satu kata pun.
Tak habis fikir dengan mereka yang tak punya akal.
Mengutamakan nafsunya di atas akalnya.

Nafsuku berbicara, kenapa Engkau tidak matikan saja orang seperti itu.

Tapi aku tetap yakin! bahwa Engkau menyiratkan makna dalam sebuah kejadian.

Aku hanya bisa selipkan dalam munajatku.
Jadikanlah ia, Anak yang beruntung, sholehah dan menjadi penerang bagi ibunya.

Aku hanya bisa bermunajat, dan berusaha sebisa mungkin membantunya.

Agar dunia tahu, bahwa tangan mungil itu, adalah sebuah intan berlian berharga, yang harus dijaga, dipelihara meski ada setitik noda. **

Oleh : Andini Rahmawati

Facebook Comments

Check Also

Akibat Pandemi Covid-19, Kondisi Perekonomian Kuningan Mengalami Tekanan Hebat

KARTINI – Kondisi perekonomian di Kabupaten Kuningan akibat Pandemi Covid-19 mengala…